Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Foto: Istimewa.
778.922 Ternak Sapi, Unggas, hingga Babi Terdampak Bencana Sumatra
Anggi Tondi Martaon • 3 January 2026 18:32
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sebanyak 778.922 hewan ternak yang terdiri atas sapi, unggas, hingga babi terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Pemerintah memastikan bakal menangani permasalahan tersebut.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan Kementan tengah mengidentifikasi seluruh jenis ternak terdampak meliputi sapi, kambing, hingga ayam untuk memastikan kebutuhan bantuan sesuai kondisi lapangan. Serta mencegah kerugian lebih besar pada wilayah bencana Sumatera terdampak luas.
"Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana gitu," kata Sudaryono dikutip dari Antara, Sabtu, 3 Januari 2025.
Politikus Partai Gerindra itu menyampaikan pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan. Sementara penyaluran bantuan akan dilakukan setelah tahap penanganan kedaruratan selesai dilaksanakan secara menyeluruh.
Berdasarkan data Kementan per 31 Desember 2025, 778.922 hewan ternak yang terdampak itu meliputi ternak sapi dan kerbau sebanyak 38.393 ekor. Sebarannya di Aceh mencapai 36.337 ekor, disusul Sumatra Utara (Sumut) 1.641 ekor, dan Sumatra Barat (Sumbar) 415 ekor.
Kategori ternak unggas menjadi yang paling terdampak dengan total 622.154 ekor. Terdiri atas 454.543 ekor di Aceh, 116.885 ekor di Sumut, dan 50.726 ekor di Sumbar.
Selain itu, Kementan mencatat ternak babi terdampak sebanyak 5.050 ekor yang seluruhnya berada di wilayah Sumut. Sedangkan Aceh dan Sumbar tidak melaporkan kasus serupa.

Ilustrasi bangkai ternak. Foto: Antara.
Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang terus diperbarui seiring proses penanganan kedaruratan dan verifikasi lapangan oleh petugas teknis di daerah terdampak.
Kementan menegaskan data ini menjadi dasar penyaluran bantuan, program pemulihan pascabencana, serta langkah strategis untuk memulihkan sektor peternakan dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Meski begitu, Kementan belum merinci apakah ternak tersebut mati, hilang, atau selamat. Sebab, pendataan masih berlangsung dan difokuskan mendukung penanganan darurat serta perencanaan pemulihan pascabencana.