Persiapan pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo. ANTARA/Ho-Humas Polda NTT
Polisi Mulai Selidiki Kecelakaan KM Putri Sakinah di Labuan Bajo
Silvana Febiari • 1 January 2026 15:17
Labuan Bajo: Polres Manggarai Barat mulai proses penyidikan terkait kecelakaan laut yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Proses penyidikan tersebut sudah mulai dilakukan pada Rabu, 31 Desember 2025.
“Kemarin Polres Manggarai Barat telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, dikutip dari Antara, Kamis, 1 Januari 2026.
Henry menjelaskan penyerahan SPDP ini menandai dimulainya tahapan penyidikan secara resmi. Penyidik akan memeriksa saksi-saksi, awak kapal, pihak operator, serta melakukan pendalaman terkait kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran.
Proses penegakan hukum atas kelalaian pelayanan kapal wisata yang tenggelam sudah pasti akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Kejadian tersebut diharapkan tidak terulang kembali.
Langkah penyidikan ini menunjukkan keseriusan Polri dalam menegakkan hukum. Tindakan ini juga bertujuan memberikan kepastian hukum atas peristiwa tersebut.
“Polri berkomitmen untuk menangani setiap peristiwa kecelakaan laut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyidikan dilakukan untuk mengungkap fakta secara objektif serta menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam kejadian ini,” tegasnya.
Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah menambah daftar kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo. Sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 15 kecelakaan kapal wisata di wilayah tersebut.
Sebagian besar kecelakaan terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis kapal.
(1).jpg)
Evakuasi jenazah korban kapal wisata Putri Sakina di Labuan Bajo. Dokumentasi/MI
Beberapa insiden yang pernah terjadi di antaranya tenggelamnya kapal wisata Raja Bintang 02 pada Maret 2025, Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan di rute Labuan Bajo–Pulau Padar pada Agustus 2024, serta kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kapal wisata semi phinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Dalam kondisi tidak dapat bermanuver, kapal kemudian dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Perairan Selat Padar.
Kondisi cuaca dan gelombang laut saat kejadian diduga turut memperparah situasi. Hal ini juga menyulitkan upaya penyelamatan mandiri oleh awak kapal dan penumpang.
Dalam peristiwa tersebut, tujuh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Satu korban perempuan ditemukan meninggal dunia, dan jenazahnya berhasil diidentifikasi.
Sementara itu, tiga korban lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.