Tradisi Umbul Mantram jelang Imlek. (metrotvnews.com/Triawati Prihatsari)
Jelang Imlek, Umbul Mantram Digelar Awali Grebeg Sudiro di Solo
Triawati Prihatsari • 6 February 2026 12:10
Solo: Tradisi Umbul Mantram, digelar Kamis malam, 5 Februari 2026, di Kelurahan Sudiroprajan Solo. Kegiatan kirab gunungan tersebut menandai dimulainya rangkaian Grebeg Sudiro sebagai awal perayaan Hari Raya Imlek 2026 di Kota Solo, Jawa Tengah.
Diiringi doa dan rasa syukur, acara berlangsung sakral dan meriah. Terlihat akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa dalam Umbul Mantram tersebut.
Kirab Umbul Mantram diawali pembawa bendera Merah Putih, bendera Panji, mandala. Diikuti Wali Kota Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani yang mengenakan pakaian Jawa lengkap, serta jajaran forkopimda Kota Solo.

Tradisi Umbul Mantram jelang Imlek. (metrotvnews.com/Triawati Prihatsari)
Selanjutnya, tampak warga mengiringi di belakangnya, mengenakan berbagai macam pakaian adat Tionghoa dan adat Jawa. Terlihat juga warga membawa pusaka, tumpeng, sesaji, jodang lanang dan jodang wadon.
“Ini acara yang patut kita apresiasi dan harus kita pertahankan karena luar biasa sekali, akulturasi contoh harmonisasi budaya dari saudara kita dari etnis Tionghoa dengan budaya Jawa,” ujar Respati, di Solo, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut dia, Grebeg Sudiro menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Solo. Ia memastikan akan terus meningkatkan event ini dengan menggandeng pelaku budaya tanah air. Mengingat Grebeg Sudiro juga merupakan salah satu event budaya di Kota Solo yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
“Kebersamaan ini menjadi kerukunan yang harus kita jaga betul-betul karena saya senang sekali melihat warga-warga yang menyambut kirab. Dan ini menjadi potensi wisata bagus sehingga akan kita tingkatkan terus kegiatan ini,” ungkap Respati.
Baca Juga :
Produsen Kue Keranjang Khas Imlek Banjir Pesanan
“Untuk tahun ini kita terus mencoba menarik partisipan dari seluruh daerah. Kita juga menggandeng kesenian-kesenian dari tingkat kelurahan hingga nasional. Dan untuk target pengunjung karena di tahun 2025 untuk pengunjung di karnaval budaya kurang lebih 20 ribu," pungkas Arsatya.