Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Meninggal Dunia

Bocah di Sukabumi meninggal diduga dianiaya ibu tiri. (tangkapan layar)

Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Meninggal Dunia

Apit Haeruman • 21 February 2026 19:54

Sukabumi: Seorang anak laki-laki berinisial NS, 12, di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia dengan sejumlah luka bakar di tubuhnya. Dugaan sementara, penganiayaan dilakukan oleh ibu tirinya.

Peristiwa ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar, korban terlihat mendapat penanganan medis di ruang instalasi gawat darurat RSUD Jampang Kulon. Pada tubuh korban ditemukan luka bakar di beberapa bagian yang diduga akibat siraman air panas. Korban meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan.

"Maunya diautopsi itu kemauan saya sebagai ayahnya," ujar ayah korban, Anwar Satibi, di Sukabumi, Sabtu, 21 Februari 2026.


Ayah korban, Anwar. (tangkapan layar) 

Anwar mengaku mencurigai adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan istrinya yang juga ibu tiri korban. Namun, untuk memastikan hal tersebut, ia meminta dilakukan autopsi.

"Makanya saya mau melakukan autopsi, biar jelas nanti hasilnya," ujar dia.

Menurut Anwar, peristiwa itu terjadi saat dirinya bekerja di Kota Sukabumi selama dua hari. Pada malam pertama Ramadan, ia menerima telepon dari istrinya yang mengabarkan kondisi korban sakit parah. Ia pun segera pulang ke rumah.

"Pas saya pulang, (kondisinya) sangat jauh dengan saya berangkat. Sebelum berangkat belum terjadi apa-apa," jelas dia.

Anwar juga mengungkapkan, satu tahun lalu korban pernah mengalami dugaan penganiayaan oleh istrinya saat masih duduk di kelas 6 SD. Peristiwa itu sempat dilaporkan ke polisi.

"Saat itu istri saya mohon-mohon sujud untuk berubah," kata dia.


Kepala RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi Kombes dr. Carles Siagian, (tangkapan layar)

Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi Kombes dr. Carles Siagian menyampaikan hasil pemeriksaan awal menemukan luka bakar cukup luas di sejumlah bagian tubuh korban, antara lain lengan, kaki, punggung, area bibir dan hidung. Selain itu, paru-paru korban dilaporkan sedikit membengkak.

"Dokter forensik belum bisa menyimpulkan ini dari penganiayaan atau bukan, penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan," jelas dia.

Ia menambahkan, sejumlah sampel organ tubuh seperti jantung dan paru-paru telah diambil untuk pemeriksaan lanjutan. Sampel tersebut dikirim ke Jakarta guna analisis lebih mendalam.

"Kita sedang menunggu hasil apakah ada zat-zat lain di tubuh korban," ujar Carles.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)