Warga Palestina di Tepi Barat yang wilayahnya terancam dicaplok Israel. Foto: Anadolu
Israel Cabut Status Diplomatnya di Tepi Barat, Belanda Meradang
Muhammad Reyhansyah • 28 September 2026 22:59
Den Haag: Israel mencabut status diplomat Belanda di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki.
Pemerintah Belanda mengecam keputusan dan menyebut langkah tersebut sebagai keputusan yang “tidak perlu”.
Menurut laporan penyiar publik NOS, Senin, 28 September 2026, Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen mengatakan, hal itu setelah Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengumumkan bahwa diplomat Belanda yang ditempatkan di Ramallah memiliki waktu tujuh hari untuk meninggalkan wilayah tersebut.
“Kami saat ini sedang mempertimbangkan situasinya. Dengan para diplomat kami yang tentu saja menjadi prioritas utama saat ini,” kata Berendsen, dikutip dari Anadolu.
Sa’ar mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap sejumlah kebijakan yang diterapkan Belanda terhadap Israel.
Pemerintah Belanda pekan lalu memberlakukan larangan impor barang yang berasal dari permukiman Israel ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.
Berendsen mengatakan kebijakan tersebut “tidak ditujukan terhadap Israel”. Menurutnya, Belanda memiliki kewajiban berdasarkan hukum internasional untuk tidak berkontribusi terhadap situasi yang melanggar hukum, yakni keberadaan permukiman ilegal.
Kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan telah meningkat selama beberapa tahun terakhir.