Abdul El-Sayed memenangkan pemilihan Senat Amerika Serikat di Michigan. Foto: The New York Times
Abdul El-Sayed Menangkan Kursi Senat, jadi Senator Muslim Pertama AS
Fajar Nugraha • 4 November 2026 14:59
Michigan: Tokoh progresif Abdul El-Sayed memenangkan pemilihan Senat Amerika Serikat (AS) di Michigan dan menjadi senator Muslim pertama di Negeri Paman Sam.
Politisi dari Partai Demokrat ini mengalahkan Mike Rogers dalam pemilihan yang diwarnai oleh serangan Islamofobia dari Donald Trump dan sekutu-sekutu Partai Republik.
Abdul El-Sayed, seorang dokter sekaligus tokoh progresif, mencatatkan sejarah dengan memenangkan pemilihan Senat AS di Michigan dengan perolehan 52 persen suara. Ia mengalahkan kandidat dari Partai Republik, Mike Rogers yang mendapat 46 persen suara.
El-Sayed menyatakan, kemenangannya dalam pemilihan Senat AS di Michigan pada Rabu dini hari di kantor pusat Partai Demokrat Michigan di Detroit.
“Anda menyambut saya di rumah-rumah Anda, di gereja-gereja Anda, dan di sinagoge-sinagoge Anda,” ujar El-Sayed, seperti dikutip dari Guardian, Rabu 4 November 2026.
Ia menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari gerakan yang dibangun selama satu setengah tahun kampanye di berbagai kota besar maupun kota kecil di Michigan. Ia juga mengungkapkan bahwa para pemilih telah memberinya kekuatan di saat-saat tersulitnya.
Lawan politik dan pihak-pihak yang menentangnya, termasuk Donald Trump melancarkan kampanye yang sarat dengan sentimen Islamofobia. Mereka kerap menyerang dengan menyoroti nama dan keyakinannya; bahkan, Trump sempat melontarkan tuduhan bahwa El-Sayed adalah seorang “jihadis” dan menyatakan bahwa ia harus melewati detektor logam untuk bisa masuk ke dalam Senat.
El-Sayed mengatakan bahwa pihak-pihak yang menyerangnya lebih memilih untuk memecah belah masyarakat daripada membahas persoalan nyata, seperti tingginya harga bahan bakar dan kebutuhan pokok. Menurutnya, hal itu dilakukan karena mereka tidak memiliki solusi atas berbagai masalah yang justru mereka ciptakan sendiri.
“Mereka menginginkan Amerika yang terlalu sempit bagi sebagian dari kita,” kata El-Sayed.
“Padahal, kita tahu bahwa Amerika cukup luas untuk kita semua,” imbuh El-Sayed.
Rogers, mantan anggota Kongres yang didukung oleh Donald Trump dan dikenal sebagai sekutu dekatnya, sebelumnya sempat kalah dalam pemilihan Senat 2024 melawan Elissa Slotkin dengan selisih sekitar 0,3 persen suara.
Kali ini, ia berhadapan dengan El-Sayed ,mantan direktur kesehatan Wayne County yang sebelumnya secara mengejutkan mengalahkan Haley Stevens, kandidat yang dijagokan oleh elite Partai Demokrat, dalam pemilihan pendahuluan awal tahun ini.
El-Sayed mengusung gagasan Medicare for All (layanan kesehatan universal) dan menyerukan penghentian bantuan militer AS untuk Israel. Kedua kandidat bersaing untuk menggantikan Gary Peters, seorang senator dari Partai Demokrat yang akan mengakhiri masa jabatannya dan telah menduduki kursi tersebut sejak 2015.
Partai Republik menggambarkan pemilihan umum ini sebagai referendum terhadap kelompok kiri Partai Demokrat. Pencalonan El-Sayed bahkan membuat Trump melabelinya sebagai seorang “komunis”, serta melontarkan fitnah dengan menyebutnya sebagai “jihadis” dan anggota kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir.
Persaingan ini dipandang sebagai ujian apakah seorang kandidat progresif yang muncul dari luar arus utama dapat memenangkan suara di negara bagian yang menjadi medan pertempuran politik (swing state).
Lobi Israel berupaya menjegal
Lobi pro-Israel, AIPAC -,melalui komite aksi politik (Super PAC) miliknya, United Democracy Project,- menghabiskan sekitar USD30 juta dalam pemilihan pendahuluan untuk berupaya menjegal El-Sayed, jumlah ini mencatatkan rekor untuk satu pemilihan.Menurut AdImpact, hingga pertengahan Oktober, total belanja iklan yang digelontorkan oleh kedua partai dalam pemilihan umum ini telah melampaui USD220 juta.
Dalam pidato kemenangannya, El-Sayed menyatakan: “Kita ingin pajak kita dibelanjakan di sini—untuk sekolah di sini, layanan kesehatan di sini, dan infrastruktur di sini. Kita tidak ingin uang kita dikirim untuk mendukung apartheid, genosida, atau perang.”
Rogers sempat mendukung kebijakan tarif agresif Trump serta sikap konfrontatif terhadap Iran, sebelum akhirnya mengambil posisi berbeda dari sang presiden pada minggu-minggu terakhir kampanye. Ia menyerukan diakhirinya perang dagang antara AS dan Kanada, serta mendesak penyelesaian cepat atas konflik dengan Iran.
Sebelumnya, Rogers menentang Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act), membela kebijakan penegakan imigrasi era pemerintahan Trump, dan turut menyebarkan klaim keliru Trump mengenai pemilihan umum 2020.
Partai Republik berupaya menggambarkan El-Sayed sebagai sosok yang terlalu condong ke kiri untuk sebuah negara bagian yang menjadi medan pertempuran politik. Jajak pendapat Fox News pada Agustus menunjukkan bahwa 54 persen pemilih di Michigan menganggap pandangan El-Sayed terlalu ekstrem, sementara 51 persen responden lainnya menilai Rogers terlalu dekat dengan Trump.