Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.
Prabowo Berencana Tutup 700-800 BUMN yang Terus Merugi
Kautsar Widya Prabowo • 23 June 2026 18:43
Bangkalan: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah berencana menutup sekitar 700 hingga 800 badan usaha milik negara (BUMN) yang terus merugi hingga akhir 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki kesehatan fiskal dan meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan negara.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.
"Sudah kurang lebih 240 yang kita tutup. Enggak ada yang untung, rugi terus. Kalau tidak salah ujungnya kita akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara. Minimal 700 lah," kata Prabowo.
Ia mengatakan penutupan perusahaan-perusahaan tersebut juga ditujukan untuk mengurangi beban keuangan negara. Sebab, perusahaan yang terus merugi tetap memiliki struktur direksi dan komisaris yang harus dibiayai.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev.
Prabowo mencontohkan, jika satu perusahaan memiliki empat direksi dan empat komisaris, maka terdapat delapan pejabat yang menerima gaji setiap bulan. Dengan ratusan perusahaan yang ditutup, negara dapat menghemat biaya operasional yang selama ini terus dikeluarkan untuk perusahaan yang tidak memberikan keuntungan.
Ia menilai langkah tersebut penting agar anggaran negara dapat dialihkan untuk program-program yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat. "Sudah rugi, minta bonus lagi," ujar Prabowo.