Ilustrasi. Foto: Freepik.
Klaim Trump Iran Minta Gencatan Senjata Bikin Wall Street Langsung Melejit
Husen Miftahudin • 2 April 2026 07:43
New York: Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), memulai April dengan catatan positif sehari setelah reli pemulihan yang euforia membantu Wall Street mengakhiri Maret yang berat dengan suasana optimis.
Harapan de-eskalasi di Timur Tengah semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim rezim Iran yang baru telah meminta gencatan senjata.
Mengutip Investing.com, Kamis, 2 April 2026, indeks acuan S&P 500 naik 0,7 persen dan ditutup pada 6.573,89 poin. Sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi bertambah 1,2 persen dan ditutup pada 21.840,95 poin.
Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average yang berisi saham-saham unggulan naik 0,5 persen dan ditutup pada 46.565,86 poin.
Adapun, ketiga indeks utama saham AS tersebut pada perdagangan Selasa mencatatkan kenaikan harian terbaik mereka sejak 12 Mei tahun lalu, dengan S&P 500 naik hampir tiga persen dan Nasdaq bertambah hampir empat persen.
| Baca juga: Saham AS Ditutup Melejit di Akhir Maret, Nasdaq Paling Royal Tebar Cuan |

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Trump klaim Iran meminta gencatan senjata
Trump mengatakan di media sosial Truth Social pribadinya bahwa Presiden Iran meminta untuk melakukan gencatan senjata. "Presiden Rezim Baru Iran, yang jauh kurang radikal dan jauh lebih cerdas daripada para pendahulunya, baru saja meminta Amerika Serikat untuk gencatan senjata!" tulis Trump.
"Kami akan mempertimbangkannya ketika Selat Hormuz terbuka, bebas, dan tanpa hambatan. Sampai saat itu, kami akan menghancurkan Iran hingga musnah atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!" ketus Trump menambahkan.
Ini akan menandai langkah signifikan lainnya menuju de-eskalasi, bahkan di tengah ketidakpastian seputar Selat Hormuz. Jalur air penting yang dilalui seperlima pasokan minyak dan gas dunia ini telah ditutup secara efektif oleh Iran sejak awal konflik, yang menyebabkan melonjaknya harga minyak di seluruh dunia.
Kepala investasi dan kepala strategi pasar di Truist Keith Lerner mengatakan pasar tetap sangat dipengaruhi oleh berita utama, terutama seputar harga minyak dan perkembangan terkait potensi gencatan senjata.
"Investor merasa sedikit lega dengan tanda-tanda bahwa negosiasi sedang berlangsung, meskipun risiko utama tetap ada, terutama gangguan yang terus berlanjut di Selat Hormuz," jelas dia.