Kualitas Udara Berbahaya, Siswa SD-SMP di Padang Belajar dari Rumah hingga 11 September

Surat Edaran Kepala Disdikbud Kota Padang Nomor 400.3/1/SE/DKPS-PDG/2026 tentang pelaksanaan PJJ atau daring akibat kondisi kabut asap. ANTARA/HO-Disdikbud Kota Padang

Kualitas Udara Berbahaya, Siswa SD-SMP di Padang Belajar dari Rumah hingga 11 September

Silvana Febiari • 9 September 2026 09:25

Padang: Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatra Barat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa SD dan SMP pada 9–11 September 2026. Kebijakan ini diterapkan karena kualitas udara di wilayah tersebut masuk kategori berbahaya akibat kabut asap.

"Kondisi udara yang memasuki kategori berbahaya menjadi pertimbangan utama dalam penerapan PJJ. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi paparan kabut asap terhadap siswa selama proses pembelajaran," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026. 

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Disdikbud Kota Padang Nomor 400.3/1/SE/DKPS-PDG/2026 tentang pelaksanaan PJJ atau daring akibat kondisi kabut asap.


Berdasarkan surat tersebut, satuan pendidikan TK dan PAUD diliburkan sementara, sedangkan siswa SD dan SMP se-Kota Padang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Sementara itu, kepala sekolah dan guru tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dari sekolah.

"Aktivitas pembelajaran untuk siswa TK dan PAUD diberhentikan sementara, sedangkan siswa SD dan SMP mengikuti pembelajaran melalui sistem daring. Kepala sekolah dan guru tetap berada di sekolah untuk memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik," ujarnya.

Ia mengatakan guru harus memastikan materi pembelajaran tersampaikan secara proporsional dan tidak memberikan beban berlebihan kepada siswa. Sementara itu, keaktifan siswa selama mengikuti PJJ tetap diperhitungkan sebagai kehadiran.


Ilustrasi sekolah. Medcom.id


Pemkot Padang meminta orang tua mengawasi anak selama mengikuti PJJ dan membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar untuk keperluan mendesak, anak diimbau menggunakan masker atau pelindung pernapasan.

"Peran orang tua sangat penting selam PJJ ini, terutama dalam memastikan anak tetap belajar dari rumah dan tidak banyak beraktivitas di luar. Jika memang ada keperluan yang mengharuskan anak keluar rumah, kami meminta agar anak tetap menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan kabut asap," ungkap dia.

(Silvana Febiari)