Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband umumkan sanksi terhadap pemukim Yahudi yang melakukan serangan di Tepi Barat. Foto: BBC
Milliband Tolak Klaim Rabi Bahwa Warga Yahudi Inggris saat Ini dalam Bahaya Besar
Fajar Nugraha • 10 September 2026 08:07
London: Menteri Luar Negeri Ed Miliband menolak peringatan kepala rabi bahwa warga Yahudi Inggris menghadapi risiko lebih besar setelah Inggris mengumumkan sanksi terhadap permukiman Israel di Tepi Barat.
Miliband mengatakan bahwa sebagai seorang "Yahudi Inggris yang bangga", ia tidak sependapat dengan Kepala Rabi Inggris Sir Ephraim Mirvis, yang menggambarkan langkah tersebut sebagai "hari yang benar-benar kelam" yang justru "hanya akan memperkuat ekstremisme yang ingin mereka lawan".
Sanksi terhadap perdagangan dengan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki ini muncul di tengah meningkatnya insiden antisemitisme di seluruh Inggris.
Community Security Trust (CST), sebuah organisasi yang memberikan dukungan keamanan bagi komunitas Yahudi, mencatat 1.926 insiden kebencian terhadap Yahudi di seluruh Inggris pada enam bulan pertama 2026, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Perdana Menteri Andy Burnham membela keputusan pemerintahnya, dengan mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa "Inggris harus membela keadilan dan menentang ketidakadilan".
"Ketika orang-orang dipaksa keluar dari rumah mereka akibat intimidasi, kami akan selalu berpihak pada pihak yang tertindas," ujar Burnham.
Meskipun reaksi keras terhadap langkah ini sempat diperkirakan akan datang dari AS -,sekutu terkuat Israel,- Presiden Donald Trump memberikan tanggapan yang relatif lunak dalam komentar publik pertamanya mengenai masalah ini pada Rabu.
Ia mengatakan kepada para wartawan bahwa ia akan berbicara dengan pihak Israel maupun Inggris untuk "mengetahui pemikiran mereka" dan menanyakan mengapa keputusan tersebut diambil "secara tiba-tiba".
Kepresidenan Palestina menyambut baik keputusan Inggris tersebut, dengan menyebutnya sebagai "langkah penting untuk menghadapi sistem kolonial Israel dan pelanggarannya terhadap rakyat Palestina".
Terdapat beragam reaksi di kalangan komunitas Yahudi Inggris mengenai sanksi tersebut dan kemungkinan dampaknya terhadap keamanan.
Kepala rabi menyebut pengumuman pemerintah itu "tidak lebih dari sekadar sikap politis untuk mendukung retorika anti-Israel yang penuh kebohongan".
Sir Ephraim berkata: "Politik yang sekadar bersifat simbolis semacam ini memperparah wacana yang kian memusuhi Israel, dan dampak kumulatif dari kebijakan-kebijakan yang bersifat menghukum tersebut adalah semakin memperkuat pihak-pihak -,baik di dalam maupun luar negeri,- yang menggunakan kebencian sebagai senjata untuk melawan orang Yahudi."
Saat dimintai tanggapan mengenai komentar Mirvis, Miliband berkata: "Saya tidak sependapat dengan Kepala Rabi, sosok yang sangat saya hormati."
Ia mengatakan kepada program Today di BBC Radio 4 bahwa "siapa pun yang menganggap orang Yahudi Inggris atau bahkan orang Yahudi di seluruh dunia bertanggung jawab atas tindakan pemerintah Israel, berarti sedang melakukan tindakan antisemitisme, titik."