Pramono Tak Mau Buru-buru Menyikapi Usulan CFD Digelar 2 Kali Seminggu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

Pramono Tak Mau Buru-buru Menyikapi Usulan CFD Digelar 2 Kali Seminggu

Nattasya Amani Vrazeti • 14 September 2026 13:49

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tak ingin buru-buru menyikapi usulan penambahan frekuensi car free day (CFD) menjadi dua kali dalam seminggu. Pramono mengatakan keputusan itu akan diambil dalam waktu yang tepat.

“Sehingga dengan demikian pasti kami akan putuskan pada saat yang tepat,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat mengunjungi Jalan Kemuning, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 14 September 2026. 

Pramono mengatakan kawasan CFD sebenarnya sudah digelar di hampir seluruh wilayah Jakarta. Namun, fokus dan perhatian utama publik selalu tertuju pada koridor utama, seperti Sudirman, Thamrin, dan Rasuna Said.

Pramono memastikan pihaknya akan mengkaji secara mendalam usulan penambahan frekuensi CFD menjadi dua kali dalam seminggu. Salah satu yang akan dipertimbangkan adalah jangan sampai aktivitas warga terganggu akibat penutupan jalan.

“Saya tidak ingin terlalu buru-buru, saya minta sekarang ini didalami, dipelajari apa yang menjadi usulan untuk dua hari, dan juga tentunya kita tanyakan kepada warga,” kata Pramono.

Ilustrasi CFD di Bundaran HI, Jakarta. Foto: dok. Medcom.


Dia menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak lalu lintas dan mobilitas masyarakat sebelum kebijakan tersebut diputuskan. Sebab, tujuan utama CFD untuk menyehatkan masyarakat.

“Jangan sampai keinginannya untuk membuat warga sehat ternyata malah membuat warga tidak sehat karena harus menanggung beban jalan yang ditutup dan sebagainya dan sebagainya,” ucap Pramono.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah frekuensi kegiatan CFD menjadi dua kali seminggu pada Sabtu-Minggu. Usulan ini disampaikan untuk mengurangi polusi udara. 

Pemprov DKI Jakarta tengah mempertimbangkan usulan penambahan pelaksanaan CFD di wilayah Ibu Kota. Usulan tersebut dinilai masuk akal dan akan dibicarakan secara internal sebelum Pemprov DKI mengambil keputusan resmi.

(Achmad Zulfikar Fazli)