Harga Minyak Dunia Melejit, Brent Nyaris Tembus USD110/Barel

Ilustrasi harga minyak dunia naik. Foto: Freepik.

Harga Minyak Dunia Melejit, Brent Nyaris Tembus USD110/Barel

Husen Miftahudin • 11 September 2026 08:33

Houston: Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat. Harga minyak Brent mendekati level tertinggi dalam empat bulan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat serangan terhadap kapal di kawasan Timur Tengah.
 
Mengutip Investing.com, Jumat, 11 September 2026, harga minyak Brent berjangka naik 0,6 persen menjadi USD108,21 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka menguat 0,55 persen menjadi USD103,08 per barel.
 
Harga Brent bahkan sempat menyentuh USD109,97 per barel, level tertinggi sejak awal Mei. Penguatan harga minyak terjadi setelah serangkaian serangan terhadap kapal meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
 
Dalam sepekan, harga minyak Brent berjangka tercatat naik 12,4 persen. Kenaikan tersebut menjadi yang terbaik sejak awal Juli. Pada periode yang sama, harga minyak WTI berjangka meningkat 12,7 persen.
 
Harga Brent sebelumnya menembus level USD100 per barel pada awal pekan setelah Iran menyatakan telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz. Amerika Serikat (AS) kemudian menyatakan melakukan serangan balasan dengan menenggelamkan lima kapal tanker Iran.
 
Rangkaian serangan tersebut disebut menjadi salah satu pertempuran terburuk dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut juga menunjukkan belum adanya penurunan ketegangan yang signifikan dalam konflik yang telah berlangsung hampir tujuh bulan.
 



(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Houthi tambah kekhawatiran gangguan pasokan

 
Kekhawatiran terhadap pasokan minyak Timur Tengah juga meningkat setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran dikaitkan dengan sejumlah perkembangan di kawasan tersebut.
 
Sejumlah laporan menyebut kelompok Houthi telah menguasai kota pelabuhan Mocha dan memperluas pengaruhnya di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
 
Kelompok tersebut sebelumnya menyatakan blokade laut terhadap Arab Saudi. Houthi juga dilaporkan melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Bab el-Mandeb serta menyasar infrastruktur energi Arab Saudi.
 
Serangan di sekitar Bab el-Mandeb berpotensi mengganggu salah satu jalur pasokan minyak utama dari Timur Tengah setelah Selat Hormuz.
 
Perkembangan tersebut meningkatkan perhatian pelaku pasar terhadap risiko gangguan distribusi minyak mentah. Kondisi itu turut mendorong pedagang memasukkan premi risiko yang lebih besar ke dalam harga minyak.

(Husen Miftahudin)