AS Kehilangan Puluhan Jet Tempur dan Drone dalam Operasi Epic Fury

Pesawat jet tempur milik Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. (Anadolu Agency)

AS Kehilangan Puluhan Jet Tempur dan Drone dalam Operasi Epic Fury

Muhammad Reyhansyah • 20 May 2026 16:13

Washington: Sedikitnya 42 pesawat militer Amerika Serikat (AS), termasuk pesawat jet tempur dan drone, dilaporkan rusak atau hancur selama Operasi Epic Fury yang diluncurkan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.

Laporan tersebut berasal dari Congressional Research Service (CRS), lembaga yang menyediakan analisis kebijakan dan hukum bagi Kongres AS.

Mengutip India Today pada Rabu, 20 Mei 2026, CRS menyebut jumlah kerusakan maupun kehancuran pesawat masih dapat berubah karena sejumlah faktor, termasuk klasifikasi data, aktivitas tempur yang masih berlangsung, serta proses atribusi kerusakan.

Rincian kerugian itu mencakup empat jet tempur F-15E Strike Eagle, satu F-35A Lightning II, serta satu pesawat serang darat A-10 Thunderbolt II.

Selain itu, tujuh pesawat pengisian bahan bakar udara KC-135 Stratotanker, satu pesawat peringatan dini E-3 Sentry AWACS, dua pesawat operasi khusus MC-130J Commando II, dan satu helikopter HH-60W Jolly Green II juga dilaporkan terdampak.

CRS juga mencatat kerusakan atau kehilangan 24 drone MQ-9 Reaper dan satu drone pengintai MQ-4C Triton.

Laporan tersebut disusun berdasarkan penelusuran pemberitaan media serta pernyataan resmi Departemen Pertahanan AS dan Komando Pusat AS (CENTCOM).

Biaya Operasi Membengkak

Dalam sidang subkomite House Appropriations pada 12 Mei lalu, Pelaksana Tugas Comptroller Pentagon Jules W. Hurst III mengatakan estimasi biaya operasi militer AS terhadap Iran meningkat menjadi USD29 miliar.

“Sebagian besar kenaikan itu berasal dari estimasi yang lebih rinci mengenai biaya perbaikan maupun penggantian peralatan,” ujar Hurst.

CRS menilai angka kerugian tersebut masih bersifat sementara seiring berlanjutnya evaluasi kerusakan di lapangan.

Baca juga:  Menlu AS Nyatakan Operasi Militer 'Epic Fury' terhadap Iran Telah Berakhir

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)