Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian. Foto: Antara.
Pemerintah Tetap Fungsikan Jembatan Enang-Enang di Aceh
Gabriella Thesa Widiari • 8 July 2026 11:22
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memutuskan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tetap difungsikan. Namun, struktur jembatan akan diperkuat sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat.
"Jembatan Enang-Enang tetap difungsikan, tetapi akan diperkuat dan dipelajari lagi struktur teknisnya oleh Balai PU. Saya akan terus memonitor perkembangannya," ujar Ketua Satgas PRR Tito Karnavian, dilansir dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu menjelaskan, keputusan mempertahankan fungsi Jembatan Enang-Enang didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Sebab, jalur tersebut merupakan akses tercepat menuju pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.
Namun, kendaraan bertonase besar untuk sementara belum diperbolehkan melintas hingga kajian teknis terhadap kondisi jembatan selesai dilakukan. Adapun keputusan tersebut diambil setelah meninjau langsung kondisi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Selasa, 7 Juli 2026.
"Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah. Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan," kata Tito.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini mengatakan, pekerjaan penguatan Jembatan Enang-Enang akan segera dimulai. Pihaknya menggunakan konstruksi beton siklop pada fondasi dan abutment yang rusak akibat bencana.
"Material sebagian sudah sampai di lokasi dan dalam minggu ini pekerjaan perkuatan akan kami mulai," kata Zulkarnaini.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi Jalan Werlah di Bener Meriah, Aceh, Selasa (7/7/2026). Foto: ANTARA/HO-Satgas PRR.
Selain penanganan jangka pendek, BPJN Aceh menyiapkan pembangunan jembatan permanen baru di dekat Jembatan Enang-Enang dengan bentang sekitar 300 meter. Penyempurnaan desain ditargetkan selesai pada 2026, sedangkan pembangunan fisik direncanakan dimulai pada 2027 setelah kajian teknis rampung.
Pemerintah juga akan melebarkan jalan alternatif Simpang Werlah dari empat meter menjadi enam meter. Serta membangun jembatan permanen pada jalur tersebut agar kendaraan bertonase besar tetap memiliki akses selama proses pembangunan berlangsung.