Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian (tengah). (ANTARA/HO-Satgas PRR)
Pemerintah dan Masyarakat Sepakat Percepat Rehabilitasi di Bener Meriah
Achmad Zulfikar Fazli • 7 July 2026 19:26
Jakarta: Pemerintah menyepakati percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kesepakatan ini berdasarkan dari aspirasi yang disampaikan masyarakat.
"Kami sudah berembuk mendengarkan aspirasi dan intinya sudah ada kesepakatan," kata Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 7 Juli 2026.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah, Aceh. Dalam kegiatan itu, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) juga menyerahkan bantuan kendaraan tangki air.
Tito menjelaskan rapat dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, serta tokoh masyarakat. Seluruh pihak menyepakati sejumlah langkah penanganan yang menjadi prioritas berdasarkan aspirasi masyarakat.

Ilustrasi banjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Foto- Istimewa
Pemerintah juga mengapresiasi inisiatif masyarakat yang memperbaiki akses jalan secara swadaya. Namun, berdasarkan hasil pembahasan, kondisi Jembatan Enang-Enang dinilai belum cukup aman, terutama untuk dilalui kendaraan berat.
Pemerintah akan memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap dapat difungsikan dengan tingkat keamanan yang lebih baik.
"Khusus untuk Jembatan Enang-Enang ini memiliki nilai historis yang panjang sehingga tetap akan difungsikan, tetapi Balai PU akan memperkuat strukturnya," ujar Tito.
Selama proses perbaikan jembatan berlangsung, pemerintah akan menyiapkan jalur alternatif melalui Werlah. Jalan tersebut akan diperbaiki mulai dari pelebaran hingga peningkatan kualitas permukaannya.
Selain itu, pemerintah bersama masyarakat menyepakati pembangunan jembatan permanen yang akan menjadi salah satu ikon kawasan Gayo.
"Dan itu akan menjadi kebanggaan di Tanah Gayo," kata Tito.