Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)
Parade Hari Kemenangan, Putin Sebut Perang Ukraina Segera Berakhir
Willy Haryono • 10 May 2026 10:33
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan keyakinannya bahwa perang antara Rusia dan Ukraina akan segera berakhir.
Dikutip dari BBC, Minggu, 10 Mei 2026, pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan usai parade militer terbatas Hari Kemenangan di Moskow dalam rangka memperingati kemenangan Uni Soviet pada Perang Dunia II.
“Saya pikir masalah ini akan segera berakhir,” ujar Putin merujuk pada operasi militer khusus di Ukraina sembari mengecam dukungan Barat terhadap pemerintah Kyiv.
Parade tahunan Rusia kali ini berlangsung tanpa pameran tank dan rudal seperti biasanya karena alasan keamanan, menyusul kekhawatiran otoritas akan potensi serangan drone Ukraina ke Lapangan Merah.
Namun, kesepakatan gencatan senjata menit terakhir yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhasil mengurangi risiko serangan sehingga parade berjalan tanpa insiden.
Komentar tersebut disampaikan Putin hanya beberapa jam setelah ia memberikan pidato Hari Kemenangan yang membenarkan tindakan perang tersebut. Dalam pidatonya, ia menyebut Rusia sedang menjalankan perang yang adil dan menuding Ukraina sebagai kekuatan agresif yang didukung serta dipersenjatai oleh blok NATO.
Saat ditanya dalam konferensi pers mengenai bantuan Barat untuk Ukraina, Putin menuduh pihak Barat telah ingkar janji dan justru memicu konfrontasi dengan Rusia yang berlanjut hingga saat ini. Ia kembali menegaskan bahwa meskipun masalah ini sangat serius, ia melihat akhir dari konflik tersebut sudah dekat.
Perang Rusia-Ukraina
Rusia telah menduduki Krimea dan bagian timur Ukraina pada 2014, sebelum meluncurkan invasi skala penuh pada Februari 2022. Putin menegaskan bahwa dirinya hanya akan bersedia bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky jika kesepakatan damai yang langgeng telah disetujui.“Pertemuan di negara ketiga memungkinkan, tetapi hanya setelah kesepakatan akhir mengenai perjanjian damai untuk perspektif sejarah jangka panjang tercapai. Penandatanganan tersebut harus menjadi langkah terakhir,” lanjut Putin.
Putin mengaku telah mendengar kesiapan Zelensky untuk mengadakan pertemuan pribadi, namun ia mencatat bahwa ini bukan pertama kalinya pernyataan serupa dilontarkan. Ia menyatakan kesediaan untuk menegosiasikan pengaturan keamanan baru bagi Eropa dan menyebut mantan Kanselir Jerman, Gerhard Schroder, sebagai mitra negosiasi pilihannya.
Sosok mantan kanselir tersebut dikenal sebagai kawan lama Putin dan sempat memicu kontroversi karena keterlibatannya di perusahaan energi milik negara Rusia. Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dipimpin AS akhir pekan ini, Kyiv dan Moskow setuju melakukan pertukaran 1.000 tawanan dari masing-masing negara.
Meski demikian, Putin menyatakan pada hari Sabtu bahwa Rusia belum menerima kabar lebih lanjut dari Ukraina mengenai teknis pertukaran tersebut.
Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, tidak ada alutsista militer yang ditampilkan dalam parade Lapangan Merah, yang biasanya menjadi ajang Kremlin untuk memamerkan kekuatan militer Rusia di panggung internasional.
Selain itu, jumlah jurnalis yang hadir jauh lebih sedikit karena banyak organisasi media internasional tidak diberikan izin akses oleh otoritas setempat. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Putin Hadiri Parade Hari Kemenangan, Yakin Rusia Akan Menang di Ukraina