Polri memperkuat kesiapsiagaan personel, peralatan, patroli, SAR, dan layanan kepolisian untuk menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga. Foto: ANTARA/HO-Polri.
Polri Siagakan 299 Personel hingga K9 Antisipasi Dampak Gunung Anak Krakatau
Fachri Audhia Hafiez • 7 September 2026 07:42
Jakarta: Korps Samapta Baharkam Polri memperkuat kesiapsiagaan personel, peralatan, patroli, hingga tim SAR. Hal ini guna menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini berstatus Level III (Siaga).
"Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ketika terjadi sesuatu, ada personel yang siap membantu. Untuk itu, Polri menyiapkan personel, kendaraan, peralatan SAR, K9, patroli, serta layanan Polisi 110 agar bantuan dapat dijangkau dengan cepat," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 7 September 2026.
Baca Juga :
Trunoyudo menjelaskan, sebanyak 299 personel disiagakan bersama 10 ekor K9, kendaraan rescue, armada karhutla, dapur lapangan, dan peralatan SAR lengkap. Langkah ini diperkuat melalui Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana yang dipimpin Kepala Korsabhara Baharkam Polri Irjen Nazli pada Minggu, 6 September 2026.
Selain itu, instruksi kesiapsiagaan telah diteruskan kepada Dirsabhara/Dirsampata di wilayah Polda Banten, Polda Lampung, dan Polda Metro Jaya untuk memastikan personel serta armada patroli siap merespons setiap kondisi darurat di wilayah pesisir maupun titik terdampak.
Polri menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini dibangun bukan untuk memicu kepanikan warga, melainkan untuk memastikan kesiapan respons secara tepat sasaran.
"Prinsip kami adalah memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bantuan ketika membutuhkan. Personel Samapta Baharkam dan jajaran kewilayahan siap melaksanakan patroli, memberikan pelayanan, membantu evakuasi, serta mengerahkan kemampuan SAR sesuai kebutuhan di lapangan," jelas Trunoyudo.
.jpg)
Aktivitas Gunung Anak Krakatau. Foto: Dok. Antara.
Guna menjaga situasi tetap terkendali pascaerupsi beruntun Gunung Anak Krakatau yang sempat berdampak pada rute penerbangan dan pemukiman warga, Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu merujuk pada informasi resmi otoritas terkait.
"Tidak perlu panik, tetapi jangan lengah. Ikuti informasi resmi. Jika membutuhkan bantuan kepolisian, hubungi layanan 110. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, Polri siap hadir," tutur Trunoyudo.