Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Kemenko Perekonomian
Strategi Pemerintah Jaga Inflasi Terkendali
Eko Nordiansyah • 15 July 2026 11:12
Jakarta: Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga laju inflasi, terutama dari komponen harga pangan bergejolak atau volatile food, serta sejumlah biaya produksi yang berpotensi mendorong kenaikan harga barang.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mencermati sejumlah komoditas yang dapat mempengaruhi pergerakan inflasi.
"Tentu kita melihat beberapa komoditas yang bisa mempengaruhi kenaikan inflasi. Kalau di periode yang lalu kan kita lihat emas naik, tapi kita lihat sudah turun. Kemudian yang masih meningkat itu volatile food," ujar Airlangga di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
Baca Juga :
Airlangga: Afirmasi S&P Tegaskan Kepercayaan Global terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Jaga inflasi harga pangan
Menurut dia, pemerintah akan melakukan penanganan terhadap komponen volatile food agar tidak memberikan tekanan terhadap inflasi. Selain itu, pemerintah juga memperhatikan kenaikan harga kemasan yang turut berdampak pada produk makanan."Sehingga volatile food termasuk bawang putih itu perlu ditangani secara baik. Dan beberapa yang akibat daripada harga packaging yang naik. Itu yang tadi kita bahas, dengan kita minta supaya PMK (Peraturan Menteri Keuangan)-nya segera dikeluarkan," kata dia.
"Karena itu sangat berpengaruh terhadap kontribusi karena seluruh makanan kan ada plastik packaging-nya. Kemudian juga untuk yang terkait dengan petrochemical, LPG itu sudah keluar. Dan juga untuk spare parts juga sudah keluar PMK-nya," jelasnya lagi.
Airlangga menambahkan, pemerintah berharap berbagai kebijakan tersebut dapat membantu meredam tekanan harga ke depan.
"Jadi tentu kita berharap dengan demikian ke depan ini bisa kita landaikan," ujar dia.
Ia menjelaskan, kebijakan pembebasan biaya masuk LPG dan spare parts yang sudah diterbitkan menjadi bagian dari upaya menjaga laju inflasi, mengingat sektor transportasi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi.
"Mengenai bea masuk LPG yang nol dan juga bea masuk spare parts yang nol. Karena kan salah satu yang juga berpengaruh terhadap inflasi adalah penerbangan, transportasi udara," tutur Airlangga.