SD Negeri 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Metrotvnews.com/ Imam
Di Tengah Kota Bandar Lampung, SD Negeri Ini Hanya Terima Dua Siswa Baru
Imam Setiawan • 13 July 2026 16:22
Bandar Lampung: Fenomena menurunnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah dasar negeri mulai terlihat di Kota Bandar Lampung. Padahal, sekolah tersebut berada di kawasan perkotaan yang mudah dijangkau masyarakat.
Salah satunya SD Negeri 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa yang hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Meski demikian, kedua siswa baru itu tetap mendapat pendampingan selama menjalani adaptasi di lingkungan sekolah.
"Anak-anak tidak perlu takut atau risau. Guru dan kakak kelas akan membimbing agar mereka bisa belajar dengan ceria dan penuh kebahagiaan," kata Rita di Bandar Lampung, Senin, 13 Juli 2026.
Meski hanya menerima dua murid baru, kegiatan MPLS tetap dilaksanakan seperti sekolah lainnya. Para guru menyambut kedua siswa dengan penuh semangat dan menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Salah seorang wali murid, Andi, mengatakan tetap mempercayakan pendidikan putrinya di sekolah tersebut. Sedikitnya jumlah siswa tidak mengurangi kualitas pembelajaran.
"Saya berharap SDN 1 Gedung Meneng semakin maju dan tahun depan jumlah siswanya bertambah," ujar Andi.

Ilustrasi sekolah. Foto: Metrotvnews/Roni Kurniawan
Hal senada disampaikan Vita yang memilih sekolah tersebut karena lokasinya dekat dengan rumah. Ia menilai kualitas pendidikan di sekolah negeri tidak berbeda dengan sekolah lainnya.
Berdasarkan data sekolah, SDN 1 Gedung Meneng saat ini memiliki 40 peserta didik dengan dukungan delapan tenaga pendidik yang terdiri atas lima guru PNS, satu guru PPPK, dan dua guru paruh waktu.
Minimnya jumlah peserta didik baru di SDN 1 Gedung Meneng menjadi ironi tersendiri. Di tengah lokasi sekolah yang berada di kawasan perkotaan, sekolah negeri itu justru hanya menerima dua siswa baru.
Kondisi tersebut menjadi gambaran tantangan yang dihadapi sebagian sekolah negeri dalam menarik minat masyarakat, meski berada di wilayah dengan kepadatan penduduk yang relatif tinggi.