Propam Pastikan Ada Aliran Dana Bandar Narkoba ke Kasat Narkoba Toraja Utara

ilustrasi medcom.id

Propam Pastikan Ada Aliran Dana Bandar Narkoba ke Kasat Narkoba Toraja Utara

Muhammad Syawaluddin • 4 March 2026 23:11

Makassar: Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan memastikan adanya aliran dana dari bandar narkoba kepada Kasat Narkoba Polres Toraja Utara AKP AE dan Kanitnya berinisial N. Kabid Propam Polda Sulawesi Selatan, Kombes Zulham Effendy, mengatakan bahwa dalam waktu dekat bakal menggelar sidang etik. 

"Alat bukti yang kami miliki sudah cukup. Jadwal sudah ada, semoga tidak ada pergeseran," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 4 Maret 2026.

Zulham mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap keduanya, pihaknya mendapatkan fakta adanya aliran dana. Bukti transaksi, baik secara elektronik maupun tunai, telah dikantongi penyidik Propam.

“Fakta terkait aliran dana itu memang ada. Ada bukti transaksi elektronik maupun tunai,” jelas dia.

Zulham mengungkapkan, Kasat Narkoba Polres Toraja Utara dan Kanitnya tersebut menjalani pemeriksaan setelah seorang bandar sabu di wilayah Kabupaten Tana Toraja ditangkap. Dalam pemeriksaan, bandar itu mengaku dapat leluasa mengedarkan narkotika di wilayah Toraja Utara karena adanya kerja sama dengan oknum aparat.

"Bandar tersebut mengungkapkan bahwa ia bisa melakukan pengedaran di wilayah Toraja Utara karena adanya kerja sama dengan oknum kepolisian," ungkap Zulham. 


Ilustrasi. Medcom

Sebelumnya, Kasat Narkoba berinisial AKP AE dan seorang Kanit berinisial N Polres Toraja Utara ditahan ditempat khusus di Polda Sulawesi Selatan. Hal itu lantaran keduanya diduga menerima setoran dari bandar narkoba. 

Kasus ini bermula dari pengungkapan bandar narkoba berinisial ET alias O oleh jajaran Polres Tana Toraja. Dari tangan ET, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 100 gram.

Dalam proses pemeriksaan terhadap ET, muncul dugaan adanya aliran dana rutin kepada oknum aparat di Polres Toraja Utara. Dugaan setoran Rp13 juta per pekan itu disebut telah berjalan sejak September 2025.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)