Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Bukit Sabana di Desa Wanggameti, Kecamatan Matawai La Pawu, Sumba Timur, Kamis, 27 Agustus 2026. Foto : Metro TV/Laus Markus Goti.
Warga Beri Lahan Hibah untuk Pembangunan KDMP Wanggameti Sumba
Silvana Febiari • 28 August 2026 14:21
Sumba Timur: Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Wanggameti, Kecamatan Matawai La Pau, Kabupaten Sumba Timur, menjadi sorotan di media sosial. Lokasinya berada di kawasan perbukitan sabana, dekat bahu jalan, dan disebut cukup jauh dari permukiman warga.
Kepala Desa Wanggameti, Elis Lulu Raja, mengatakan pembangunan KDMP di lokasi tersebut bukan keputusan sepihak. Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, pemilik lahan, dan warga setempat sebelum pembangunan dimulai.
"Saya koordinasi dengan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh masyarakat tersebut dan akhirnya tokoh masyarakat tersebut menghibahkan tanah di sekitar situ," kata Elis di Sumba Timur, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut Elis, kondisi geografis Wanggameti yang didominasi perbukitan dan jurang membuat pilihan lokasi pembangunan sangat terbatas. Sebagian wilayah desa berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional.
“Kenapa kita bangun di lokasi ini karena memang tidak ada tempat lain lagi. Hampir semua wilayah di sini berbukit, jurang, dan berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional,” jelas Elis.
Atas pertimbangan tersebut, pemerintah desa berkomunikasi dengan tokoh masyarakat. Hasilnya, salah seorang tokoh masyarakat bersedia menghibahkan lahannya sebagai lokasi pembangunan KDMP.
Elis mengakui posisi bangunan yang berada tidak jauh dari jalan umum menjadi salah satu pertimbangan utama. Jarak lokasi koperasi dengan permukiman warga saat ini sekitar 500 meter.
Namun, kondisi tersebut justru dipandang sebagai peluang untuk pengembangan kawasan ke depan. Pemerintah desa memperkirakan wilayah di sekitar KDMP berpotensi berkembang seiring meningkatnya aktivitas koperasi.
“Kalau ada sorotan bahwa KDMP ini dibangun di atas bukit dan tidak ada penghuni di sekitarnya, itu keliru. Kita harus melihat poros utamanya dan bagaimana ke depan warga bisa lebih dekat dengan koperasi,” ujarnya.
Elis menambahkan, jalur tersebut juga menjadi akses yang dilalui masyarakat dari sejumlah desa dan kecamatan. Lokasi KDMP dinilai memiliki nilai strategis untuk melayani masyarakat yang melintas maupun warga di wilayah sekitar.
“Bahkan beberapa desa dan kecamatan semuanya lewat di situ. Jadi, tidak ada salahnya kalau KDMP kita bangun di lokasi tersebut,” tegasnya.

Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Bukit Sabana di Desa Wanggameti, Kecamatan Matawai La Pawu, Sumba Timur, Kamis, 27 Agustus 2026. Foto : Metro TV/Laus Markus Goti.
Sementara itu, Sekretaris Desa Wanggameti, Daniel Katanga Marambawundi, menyayangkan munculnya anggapan di media sosial yang menyebut pembangunan KDMP dilakukan di atas bukit tanpa mempertimbangkan keberadaan permukiman warga.
Menurut Daniel, penilaian terhadap pembangunan tersebut semestinya mempertimbangkan kondisi geografis Desa Wanggameti secara menyeluruh. Bukan hanya melihat lokasi dari satu sisi.
“Sebetulnya pihak tersebut harus melihat kondisi di desa secara utuh. Jangan hanya melihat sebelah mata. Hampir seluruh wilayah Desa Wanggameti memiliki karakter tanah berbukit dan berjurang,” terang Daniel.
Pemerintah desa tidak berhenti pada pembangunan fisik gedung koperasi. Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan agar keberadaan KDMP dapat berkembang dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Pemdes Wanggameti berencana memperlebar akses jalan menuju kawasan koperasi. Hal ini mendorong penyediaan fasilitas dasar seperti jaringan listrik dan air.
Selain itu, area lahan KDMP saat ini masih terbatas akibat kondisi dinding perbukitan juga akan ditata dan diperluas. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penyediaan area parkir bagi kendaraan masyarakat yang datang dari desa maupun kecamatan sekitar.
“Dengan dibangunnya KDMP ini, tentu kami akan mengupayakan akses jalan yang lebih lebar. Fasilitas seperti listrik dan air juga akan kami bangun. Lahan yang masih sempit karena dinding perbukitan akan kami lebarkan untuk area parkir kendaraan,” ungkap Daniel.