Polres Metro Jakarta Barat merilis aksi nekat sekeluarga bekerja sama membobol mesin ATM yang berada di dalam sebuah minimarket di Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. ANTARA/HO-Polres Metro Jakbar
Satu Keluarga Bobol ATM dalam Minimarket di Jakbar
Achmad Zulfikar Fazli • 1 September 2026 18:47
Jakarta: Polisi membongkar aksi nekat satu keluarga membobol mesin ATM yang berada di dalam sebuah minimarket di Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. Pelaku terdiri atas bapak tiri, RH, ibu kandung, D, dan anak, H.
“Pelakunya terdiri dari bapak tiri, anak, dan ibu. Anak dan ibu ini statusnya kandung, sedangkan bapaknya adalah bapak tiri,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Nasriadi, dalam jumpa pers di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 1 September 2026.
Dalam menjalankan aksinya, dua pelaku masuk ke dalam minimarket untuk membobol mesin ATM menggunakan peralatan las. Satu pelaku lainnya bertugas mengawasi kondisi di luar minimarket untuk memastikan situasi tetap aman. Namun, aksi tersebut gagal setelah oksigen yang digunakan untuk proses pengelasan habis.
“Pelaku RH bersama H masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu (D) menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar. Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen tersebut habis,” kata Nasriadi.
Setelah gagal membuka mesin ATM, pelaku mengalihkan sasaran dengan mengambil sejumlah rokok yang berada di dalam minimarket.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan salah satu pelaku mengenakan pakaian yang menyerupai seragam karyawan minimarket.
“Pakaian tersebut dibeli secara daring dan diduga digunakan untuk mengelabui orang di sekitar lokasi maupun kamera CCTV,” kata Nasriadi.
Polisi telah menangkap dua dari tiga pelaku dalam perkara tersebut. Keduanya adalah H dan D. Sementara itu, RH masih buron dan telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).
Nasriadi mengatakan aksi tersebut diduga dilatarbelakangi masalah ekonomi. Pelaku yang masih buron diduga membujuk istrinya untuk ikut dalam aksi pencurian tersebut.
“Ekonomi yang membuat mereka termotivasi. Ibu ini ibaratnya menikah dengan orang yang salah,” ungkap Nasriadi.

Ilustrasi. Dok. Medcom
Polisi menduga penggunaan peralatan las dalam upaya membobol ATM bukan pertama kali dilakukan pelaku yang masih buron. Dugaan tersebut muncul karena pelaku telah memahami modus pembobolan ATM dan berani menggunakan peralatan khusus.
“Saya dan penyidik yakin ini bukan baru pertama kali. Kalau orang sudah berani menggunakan alat canggih dan modus-modus yang luar biasa, berarti dia sudah lebih dari sekali melakukan hal tersebut,” kata Nasriadi.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, baju merah marun, pakaian menyerupai seragam minimarket, satu telepon seluler, dan tong sampah.
Peralatan las yang digunakan untuk membobol mesin ATM dibuang pelaku ke Kali Angke. Polisi masih berupaya menemukan peralatan tersebut karena memiliki bobot yang cukup berat.
“Sampai saat ini unit Resmob masih terus mencarinya,” ucap Nasriadi.