Ilustrasi air bersih. Foto: Pexels.com/Safari Consoler.
Sumur Bor Bantu Penanganan Krisis Air Bersih di Pedalaman Sumba
Fachri Audhia Hafiez • 30 August 2026 21:03
Jakarta: Krisis air bersih di pedalaman Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, perlahan teratasi. Kehadiran fasilitas sumur bor air bersih membantu meringankan beban fisik dan ekonomi warga setempat yang selama ini kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
"Sebelum ada sumur ini, masyarakat di sini harus membeli air satu tangki dengan harga dua ratus ribu hingga dua ratus lima puluh ribu rupiah, atau berjalan kaki sekitar lima sampai enam kilometer menuju sungai untuk mengambil air," ujar tokoh masyarakat lokal, Suster Paskalia, dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.
Kesulitan tersebut terjadi di Kecamatan Kodi dan Kodi Bangedo. Wilayah ini kaya warisan budaya prasejarah yang selama ini terkendala akses air bersih dan listrik.
Guna meringankan beban warga, Yayasan Ekonomi Sembilan Satu (YESS Foundation) bersama lembaga Sangati membangun fasilitas sumur bor di dua lokasi. Salah satunya diserahkan di SMP Waimakaha, Desa Waimakaha, lengkap dengan mesin diesel dan tangki penampung air berkapasitas besar.
"Masyarakat sangat terbantu dengan adanya air ini. Saya bersyukur bahwa Tuhan memberikan kepada kami malaikat penolong yakni Bapak Heri Susanto untuk menolong kami di pedalaman Sumba ini dalam hal pengeboran air," tambah Suster Paskalia.
Program penyediaan air bersih ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Angkatan 1991 (FEUI 91) dalam merayakan Reuni 35 Tahun. Ketua Panitia Reuni 35 FEUI 91 sekaligus Ketua Pengurus YESS Foundation, Achmad Istamar, menegaskan bahwa momentum reuni dimaknai secara berdampak bagi masyarakat luas.
"Reuni ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan nostalgia, tetapi juga sebagai titik tolak agar jejaring alumni angkatan 91 memberi manfaat nyata bagi sesama alumni dan masyarakat luas melalui YESS Foundation," kata Achmad.

Yayasan Ekonomi Sembilan Satu (YESS Foundation) bersama lembaga Sangati membangun fasilitas sumur bor. Foto: Dok. Istimewa.
Selain air bersih di Sumba, program sosial YESS Foundation mencakup penyaluran beasiswa penuh bagi 34 mahasiswa FEB UI serta pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi guru di Jakarta dan Semarang.
Ketua YESS Foundation, Emil Salim, dan Dewan Pembina, Heri Susanto, mengapresiasi dukungan lintas pihak yang memperkuat komitmen sosial alumni. Puncak rangkaian reuni tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, di Casa Khasa, Jakarta.