Sekolah Rakyat Over Capacity, DPR Desak Mensos Percepat Pembangunan Gedung

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). Branda Antara

Sekolah Rakyat Over Capacity, DPR Desak Mensos Percepat Pembangunan Gedung

Rahmatul Fajri • 28 January 2026 20:58

Jakarta: Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) diminta percepat pembangunan Sekolah Rakyat. Sebab, banyak Sekolah Rakyat di berbagai Sentra dan Balai Kementerian Sosial (Kemensos) yang kelebihan kapasitas, sehingga terancam tidak bisa menerima siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

"Berdasarkan kunjungan kami, Sekolah Rakyat khususnya di sentra-sentra itu sudah over capacity. Artinya, tidak memungkinkan lagi pada tahun ajaran baru nanti menerima murid baru," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abidin Fikri, dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir pada Rabu, 28 Januari 2026.

Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan skema kenaikan kelas pada Juli 2026 akan menimbulkan masalah serius. Siswa yang saat ini duduk di kelas 1 SMP atau SMA akan naik ke kelas 2, namun ruang kelas untuk siswa baru tidak tersedia lantaran seluruh fasilitas gedung sudah terisi penuh.

"Kalau tidak ada akselerasi pembangunan gedung baru, tahun depan siswa naik kelas 2, tapi tidak ada lagi kelas satunya. Tolong dipikirkan agar ini tidak stuck (macet)," tegas legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur IX tersebut.

Abidin mendorong adanya koordinasi cepat antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat pembangunan fisik sekolah di tingkat kabupaten. Menurut dia, pemetaan antara sekolah yang dikelola mandiri oleh sentra Kemensos dengan sekolah hasil kerja sama pihak luar harus dilakukan secara detail.
 

Baca Juga: 

Sekolah Rakyat Berasrama Gratis, Strategi Perluas Akses Pendidikan Inklusif



Ilustrasi Sekolah Rakyat. Dok. MI

Sebagai gambaran, data 2025 menunjukkan terdapat 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah dengan total belasan ribu siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Pemerintah merencanakan penambahan 104 Sekolah Rakyat baru pada 2026.

Abidin memberikan catatan sekolah yang bekerja sama dengan pihak swasta, seperti Sekolah Rakyat di Bekasi, relatif memiliki manajemen penerimaan siswa yang lebih tertata. Namun, sekolah yang berada langsung di bawah Sentra Kemensos sering terjebak dalam masalah keterbatasan ruang.

"Tahun ajaran baru dimulai bulan Juli. Jika Sekolah Rakyat di sentra-sentra tidak bisa menampung, berarti tidak akan ada penerimaan siswa baru. Ini masalah serius yang harus segera dicarikan solusinya oleh Pak Menteri," ujar Abidin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)