Industri Halal Harus Dipercepat Agar Indonesia Tak Ketinggalan Kereta

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Sharia Economic Forum Metro TV. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga

Industri Halal Harus Dipercepat Agar Indonesia Tak Ketinggalan Kereta

Muhammad Reyhansyah • 12 February 2026 16:19

Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah di Indonesia harus dimulai dari percepatan pengembangan industri halal.

Hal tersebut disampaikan Agus usai menghadiri Metro TV Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. Menurutnya, dalam perspektif Kementerian Perindustrian, ekonomi syariah identik dengan peningkatan kualitas dan kapasitas produk-produk halal nasional.

“Di kacamata kami, ekonomi syariah itu artinya peningkatan produk-produk industri halal. Jadi apa yang dilakukan Metro TV lewat Sharia Economic Forum ini pasti membantu pertumbuhan sektor tersebut,” ujar Agus.
 


Ia menekankan, pengembangan industri halal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi Indonesia. Bahkan, pemerintah menilai sektor ini perlu didorong lebih cepat agar mampu bersaing di pasar global.

“Industri halal ini tidak ada pilihan lain. Harus kita kembangkan, bukan hanya tumbuh, tapi dipercepat tumbuh kembangnya,” tegas Agus.

Menurut Agus, urgensi percepatan tersebut didorong oleh tren pertumbuhan industri halal dunia yang sangat tinggi. Berdasarkan data global, permintaan terhadap produk halal terus meningkat di berbagai negara.

“Market-nya sangat besar, trend-nya sangat tinggi. Kalau kita tidak mulai secara serius, kita akan ketinggalan kereta. Sayang sekali,” kata Agus.


Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberi pemaparan tentang pengembangan industri halal dalam acara Sharia Economic Forum Metro TV. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga

Ia mengingatkan, pengembangan industri halal tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah. Pemerintah dan pelaku usaha harus memiliki komitmen kuat agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang pasar yang tersedia.

Lebih lanjut, Agus menilai penguatan industri halal tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga pasar internasional. Ia melihat adanya kecenderungan global menuju pola hidup yang lebih sehat, yang sejalan dengan prinsip produk halal.

“Kita tidak hanya bicara potensi pasar dalam negeri, tapi juga tren masyarakat dunia yang ingin hidup lebih sehat. Basisnya pasti produk-produk halal,” jelas Agus.
 
Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai memiliki modal besar, baik dari sisi jumlah penduduk muslim, kapasitas industri, maupun potensi pasar. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan strategi pengembangan yang terarah dan berkelanjutan.

“Oleh karena itu, tidak ada pilihan bagi Indonesia selain mengembangkan dan mempercepat bisnis halal,” pungkas Agus.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Misbahol Munir)