Pengacara Roy Suryo Ungkap Urgensi Kehadiran Jokowi di Sidang Polemik Ijazah

Kuasa hukum Roy Suryo, Abdul Gafur Sangadji. Foto tangkapan layar Youtube Metro TV.

Pengacara Roy Suryo Ungkap Urgensi Kehadiran Jokowi di Sidang Polemik Ijazah

Muhamad Marup • 16 September 2026 22:18

Jakarta: Kuasa hukum Roy Suryo, Abdul Gafur Sangadji, mengungkapkan urgensi kehadiran Joko Widodo (Jokowi) di persidangan terkait ijazah palsu. Menurutnya, kehadiran Presiden RI periode 2014-2019 dan 2019-2024 itu akan mengurangi beban pembuktian.

"Pak Jokowi memang harus hadir, karena kalau Pak Jokowi hadir, tentu kan itu akan mengurangi beban pembuktian," ungkap Sangadji, dalam program Cover Both Sides Metro TV, Rabu, 16 September 2026, yang tayang pukul 21.05 WIB.

Ia menjelaskan, kehadiran Jokowi nantinya untuk menjelaskan semua tahapan perkuliahan yang telah dilakukan. Tahapan meliputi awal masuk UGM pada tahun 1980 hingga tahun 1985 saat mendapat ijazah.

"Karena itu keterangan Pak Jokowi saya kira adalah kunci untuk melihat perkara ini secara lebih terang beneran," jelasnya.

Kuasa Hukum Pastikan Jokowi akan Hadir Sidang Ijazah Palsu

Kuasa hukum Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara. Foto tangkapan layar Youtube Metro TV

Sementara itu, kuasa hukum Joko Widodo, Rivai Kusumanegara, memastikan Jokowi akan menghadiri sidang ijazah palsu. Menurutnya, Jokowi sudah sangat siap untuk menghadiri persidangan.

"Beliau sangat siap ya, bahkan kami sempat mengadakan pertemuan membahas persiapan persidangan," katanya.

Ia menyebut, Presiden ketujuh RI itu sudah siap menghadiri persidangan sejak bulan lalu. Hanya saja dengan adanya penundaan persidangan jadwal kehadiran Jokowi masih tentatif.

"Jadi jadwalnya mungkin berubah drastis. Kalau kita hitung-hitung tadi kemungkinan ini beliau akan didengar di bulan Oktober ya," ucapnya. Rivai menyebut, ada opsi juga untuk Jokowi hadir secara daring. Meski demikian, pihaknya tetap mengutamakan untuk hadir secara langsung jika tidak ada halangan.

"Sekalipun bisa dimungkinkan secara Zoom, Pak Jokowi memilih untuk tetap hadir ya," tuturnya.

(Muhamad Marup)