Mengenal Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI sejak 2025

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin. Metrotvnews.com/Kautsar

Mengenal Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI sejak 2025

Eko Nordiansyah • 15 September 2026 10:11

Jakarta: Bobby Rasyidin menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sejak 12 Agustus 2025. Bobby bukan nama asing di lingkungan BUMN karena sebelum ditunjuk, ia pernah memimpin PT Len Industri (Persero).

Bobby lahir di Padang pada 31 Oktober 1974. Sebelum dipercaya memimpin KAI, ia memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan dan posisi strategis, khususnya di sektor industri dan transportasi.

Di PT Len Industri (Persero), Bobby diangkat menjadi Direktur Utama pada periode 2020-2025. Setelah masa kepemimpinannya sebagai direktur utama berakhir, Bobby tercatat menjabat sebagai Komisaris PT Len Industri (Persero) pada 2025.

Bobby juga pernah menjadi Komisaris Independen PT GMF AeroAsia Tbk pada 2020. Pengalaman tersebut turut memperkaya rekam jejaknya di lingkungan industri yang berkaitan dengan transportasi dan jasa pendukungnya.

Jejak karier Bobby Rasyidin

  • Direktur Utama PT KAI (2025).
  • Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) (2021–2025).
  • Komisaris Independen PT GMF Aero Asia Tbk. (sejak Juni 2020).
  • Komisaris Utama PT Indonesian Cloud (2019–2021).
  • Komisaris Utama PT Akses Prima Indonesia (2016–2021).
  • Komisaris Utama PT LEN Telekomunikasi Indonesia (2016–2019).
  • Direktur Utama PT Teknologi Riset Global Investama (2016).

(Ilustrasi. Foto: Dok KAI)

Pimpin transformasi di KAI

Sebagai Direktur Utama KAI, Bobby bertanggung jawab memimpin perusahaan yang menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem transportasi nasional. KAI memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan transportasi perkeretaapian penumpang maupun angkutan barang.

Bobby mendorong transformasi KAI yang tidak hanya bertumpu pada teknologi atau pengembangan infrastruktur, tetapi juga berawal dari pemahaman yang lebih dekat terhadap kebutuhan pelanggan.

Melalui penguatan Customer Relationship Management (CRM) dan pemanfaatan Voice of Customer (VoC), setiap masukan pelanggan menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan perusahaan. Pendekatan berbasis data ini memungkinkan KAI memahami preferensi, perilaku, hingga ekspektasi pelanggan secara lebih personal.

Hasilnya, berbagai inovasi layanan dapat dirancang lebih tepat sasaran, mulai dari kemudahan pemesanan tiket melalui aplikasi digital, peningkatan fasilitas di stasiun, kenyamanan selama perjalanan, hingga respons yang semakin cepat dalam menangani kebutuhan maupun keluhan pelanggan.

Strategi yang berpusat pada pelanggan tersebut turut mendorong peningkatan kinerja perusahaan. Sepanjang 2025, KAI Group melayani 503,5 juta pelanggan, meningkat 8,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 464 juta pelanggan.

Dari sisi operasional, performa ketepatan waktu juga terus menunjukkan tren positif. On-Time Performance (OTP) keberangkatan kereta api mencapai 99,53 persen, melampaui target perusahaan sebesar 99,45 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan tercatat 95,93 persen, lebih tinggi dari target 94,20 persen. Di saat yang sama, Customer Satisfaction Index (CSI) meningkat dari 4,50 pada 2024 menjadi 4,52 pada 2025, mencerminkan pengalaman pelanggan yang semakin baik.

Di balik capaian tersebut, KAI mengelola ekosistem layanan berskala nasional yang mencakup lebih dari 31.000 pekerja, sekitar 11.300 unit sarana, 590 stasiun, serta lebih dari 7.000 kilometer jalur rel aktif.

Latar belakang pendidikan

Bobby memiliki latar belakang pendidikan teknik dan manajemen. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1996.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Bobby melanjutkan pendidikan Master of Philosophy Engineering di Illinois State University pada 1999.

Pendidikan formalnya kemudian berlanjut ke bidang manajemen. Pada 2001, Bobby memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari The University of New South Wales, Sydney, Australia.

Selain pendidikan formal, Bobby  juga memiliki sejumlah sertifikasi profesional. Pada 2025, ia memperoleh sertifikasi Certified International Planetary Health Specialist dan Certified Professional in Climate Change.

Sebelumnya, pada 2024, Bobby memperoleh sertifikasi Executive Professional Engineer serta Certified Risk Professional. Ia juga memiliki sertifikasi Certified Finance Analyst yang diperoleh pada 1998.

(Eko Nordiansyah)