Ilustrasi freepik
Kapan 1 Zulhijah 1447 H? Ini Jadwal Sidang Isbat dan Amalan yang Dianjurkan
Putri Purnama Sari • 12 May 2026 15:03
Jakarta: Bulan Zulhijah adalah salah satu dari empat bulan yang mulia (asyhurul ulum). Pada bulan ini, terdapat sejumlah ibadah yang memiliki keutamaan besar seperti ibadah haji, perayaan Iduladha, hingga hari Arafah yang dapat menjadi momentum untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Lantas, kapan 1 Zulhijah 1447 H dan amalan apa saja yang dapat dilaksanakan? Berikut penjelasannya!
Kapan 1 Zulhijah 1447 H?
Pemerintah melalui Kementerian Agama masih belum mengumumkan secara resmi kapan 1 Zulhijah 1447 H. Hal ini, karena penetapannya masih harus menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar dalam waktu dekat.
Meski begitu, masyarakat dapat mengacu pada kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia. Menurut kalender tersebut, 1 Zulhijah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Dilansir dari laman Muhammadiyah, penetapan tersebut juga sejalan dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menetapkan 1 Zulhijah pada Senin, 18 Mei 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab astronomis dengan menggunakan parameter kalender global yang telah dirumuskan secara ilmiah dan sistematis.
Kapan Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H?
Mengutip akun Instagram resmi @bimasislam, Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Pelaksanannya bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H dan menjadi bagian dari mekanisme resmi pemerintah dalam penentuan awal bulan Zulhijah, sekaligus penentu awal pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia.
Amalan yang Dapat Dilaksanakan di Bulan Zulhijah
Mengutip laman NU Online, terdapat sejumlah amalan yang dapat dilakukan di bulan Zulhijah, di antaranya:
- Puasa sunah Tarwiyah dan Arafah: Pada awal bulan Zulhijah, disunahkan untuk menjalankan puasa Tarwiyah (8 Zulhijah) dan Arafah (9 Zulhijah). Puasa Arafah memiliki keutamaan besar, sebab dapat menghapus dosa dua tahun, yakni setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
- Berkuban: Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Zulhijah adalah berkurban atau nahr. Menyembelih hewan kurban setelah salat Iduladha hingga akhir hari tasyrik merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
- Memperbanyak Zikir, Takbir dan Doa: Bulan Zulhijah adalah salah satu bulan mulia dalam Islam. Pada bulan ini dianjurkan untuk memperbanyak zikir, tasbih, tahmid, tahlil dan takbir terutama pada 10 hari pertama bulan Zulhijah.
- Menunaikan Ibadah Haji: Bulan Zulhijah adalah salah satu bulan yang paling dinantikan bagi umat Islam. Pada bulan ini umat Muslim yang diberi kecukupan akan melaksanakan ibadah haji, sebagai puncak dari ketaatan seorang hamba yang memadukan pengorbanan fisik, harta dan spiritual secara bersamaan.
Demikian informasi seputar kapan 1 Zulhijah 1447 dan sejumlah amalan yang dapat dilaksanakan. Mari manfaatkan bulan istimewa ini untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.
(Surya Mahmuda)