7 Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Lapor ke RS Polri

Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono (tengah). Foto: Antara.

7 Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Lapor ke RS Polri

Anggi Tondi Martaon • 28 April 2026 15:43

Jakarta: Keluarga korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur melapor ke Rumah Sakit (RS) Polri. Jumlah laporan yang diterima berasal dari tujuh keluarga.

"Hingga saat ini, sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem)," kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono dikutip dari Antara, Selasa, 28 April 2026.

Prima menjelaskan, data dari keluarga sangat dibutuhkan untuk mencocokkan identitas korban. Saat ini, jenazah kortban masih ditangani tim forensik.

Prima menjelaskan, RS Polri telah menerima 10 kantong jenazah sejak Selasa dini hari. Seluruh jenazah tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dan masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI.

Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dari keluarga dengan data setelah kematian (post mortem) hasil pemeriksaan forensik.

Untuk itu, kehadiran keluarga korban dinilai sangat menentukan kecepatan proses tersebut. "Seluruh jenazah masih dalam proses identifikasi. Kami terus melakukan rekonsiliasi data agar identitas korban dapat segera dipastikan," ucap Prima.

Prima menambahkan, pihaknya masih membuka layanan bagi keluarga lain yang belum melapor. Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut segera datang ke Posko Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati.

Kondisi KRL Commuter Line yang kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Metrotvnews.com/Antonio.

Adapun dokumen yang disarankan untuk dibawa antara lain identitas diri korban, foto yang memperlihatkan kondisi gigi, dan dokumen yang memiliki rekam sidik jari seperti ijazah.

"Data-data tersebut sangat membantu tim dalam mempercepat proses identifikasi," ucap Prima.

RS Polri menargetkan hasil sementara identifikasi dapat diumumkan dalam waktu dekat, seiring terus bertambahnya data yang masuk dari pihak keluarga korban.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkap jumlah korban kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL rute Jakarta-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Selasa, 28 April 2026, pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia bertambah.

"Update sampai dengan jam 1 siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat," ujar AHY di Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

Peningkatan jumlah korban ini terjadi seiring dengan keberhasilan tim SAR gabungan. Terutama, mengevakuasi sejumlah penumpang yang sebelumnya terjebak di dalam reruntuhan rangkaian kereta.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)