Israel Disebut Bersiap Hadapi Iran Selama Setidaknya Satu Bulan Lagi

Serangan di depot minyak Teheran, Iran, 6 Maret 2026. (X/Vahid Online)

Israel Disebut Bersiap Hadapi Iran Selama Setidaknya Satu Bulan Lagi

Riza Aslam Khaeron • 17 March 2026 09:47

Tel Aviv: Israel dilaporkan tengah bersiap untuk melanjutkan operasi militer melawan Iran setidaknya selama satu bulan ke depan, lebih lama dari rencana awal. Perpanjangan durasi ini berkaitan erat dengan rencana militer Amerika Serikat (AS) serta upaya sistematis untuk melemahkan stabilitas kepemimpinan di Teheran.

Melansir laporan Channel 12 Israel pada Senin, 16 Maret 2026, ekspektasi awal di Yerusalem memperkirakan bahwa kampanye militer tersebut hanya akan berlangsung selama beberapa pekan.

Namun, para pejabat Israel kini meyakini bahwa pertempuran dapat meluas secara signifikan melampaui jangka waktu tersebut. Hal ini disebabkan oleh adanya tujuan militer strategis yang masih harus dicapai, serta upaya yang lebih luas untuk melumpuhkan struktur keamanan dan kepemimpinan Iran.

Sumber internal Israel yang dikutip dalam laporan tersebut menyatakan bahwa perpanjangan waktu ini juga mencerminkan koordinasi perencanaan militer AS di kawasan, termasuk persiapan yang terkait dengan pengamanan Selat Hormuz yang strategis.

Para pejabat Israel memahami bahwa upaya AS di jalur perairan vital tersebut dapat memakan waktu setidaknya satu bulan lagi. Israel pun menyatakan niatnya untuk terus beroperasi bersama pasukan Amerika selama kampanye tersebut berlangsung.

Sumber itu menambahkan bahwa otoritas Israel mulai melihat tanda-tanda disrupsi internal di Iran dan berupaya untuk memperdalam tekanan pada kepemimpinan negara tersebut.
 

Baca Juga:
Hamas Desak Iran untuk Hentikan Serangan ke Negara Teluk

Menurut laporan terkait, Israel meyakini bahwa aksi militer lebih lanjut dapat menciptakan peluang bagi perubahan struktur kepemimpinan di Iran.

Sementara itu, para pejabat tinggi juga menyatakan bahwa mereka masih menyiapkan "tindakan-tindakan mengejutkan" tambahan dalam waktu dekat.

Presiden AS, Donald Trump, dalam konferensi pers pada Senin, turut memberikan komentar mengenai konflik yang sedang berlangsung tersebut.

"Kampanye militer kuat kami untuk mengakhiri ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran terus berlanjut dengan kekuatan penuh dalam beberapa hari terakhir. Mereka benar-benar hancur. Angkatan Udara mereka hilang. Angkatan Laut mereka hilang. Banyak, banyak kapal mereka telah tenggelam; itu adalah kapal perang mereka. Tapi saya kira mereka tidak tahu cara menggunakannya. Dan pertahanan udara mereka hancur. Radar mereka hilang, dan para pemimpin mereka hilang. Selain itu, mereka baik-baik saja," ujar Trump.

Trump juga menyerukan kepada negara-negara anggota NATO yang perekonomiannya bergantung pada stabilitas Selat Hormuz untuk membantu mengamankan jalur maritim tersebut.

"Banyak negara telah memberi tahu saya bahwa mereka sedang dalam perjalanan. Beberapa sangat antusias tentang hal itu, dan beberapa tidak," katanya.

"Beberapa adalah negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun. Dan kami telah melindungi mereka dari sumber-sumber luar yang mengerikan. Dan mereka tidak terlalu antusias," tambah sang presiden.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)