Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian. Foto: China MOFA
Tiongkok Beri Bantuan Kemanusiaan Darurat untuk Iran dan Tiga Negara Arab
Muhammad Reyhansyah • 17 March 2026 17:17
Beijing: Tiongkok memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, pada Selasa, 17 Maret 2026 mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Beijing terhadap nilai kemanusiaan global.
“Tiongkok tetap berkomitmen pada visi membangun komunitas bersama umat manusia serta menjunjung tinggi semangat kemanusiaan,” ujar Lin Jian kepada para wartawan, seperti dikutip Anadolu, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menyatakan bahwa konflik yang sedang berlangsung telah menimbulkan bencana kemanusiaan yang serius bagi masyarakat di kawasan, termasuk di Iran.
“Konflik ini telah menyebabkan penderitaan kemanusiaan yang sangat berat bagi masyarakat di negara-negara terkait. Tiongkok sangat bersimpati kepada mereka, dan hati kami bersama mereka,” kata Lin.
“Tiongkok memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak dengan harapan dapat meringankan kesulitan yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, Beijing juga menyatakan bahwa Palang Merah Tiongkok akan menyalurkan bantuan sebesar USD200.000 kepada Bulan Sabit Merah Iran.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu keluarga korban lebih dari 165 siswi yang tewas dalam serangan udara di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran selatan, pada 28 Februari lalu.
Lin menegaskan bahwa Tiongkok akan terus berupaya mendorong perdamaian serta pemulihan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
“Tiongkok akan terus melakukan yang terbaik untuk mendorong perdamaian, mempercepat pemulihan stabilitas kawasan, dan mencegah krisis kemanusiaan semakin meluas,” ujarnya.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan.