Top Ekonomi Sepekan: Pencairan Gaji ke-13 dan Tunjangan PNS 2026

Ilustrasi. Foto: Fahum.umsu.ac.id

Top Ekonomi Sepekan: Pencairan Gaji ke-13 dan Tunjangan PNS 2026

Husen Miftahudin • 7 June 2026 09:15

Jakarta: Sejumlah berita ekonomi selama sepekan terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Berita itu mulai dari penjelasan resmi Taspen soal pencairan Gaji ke-13 dan tunjangan PNS 2026 hingga harga terbaru BBM Pertamina 1 Juni 2026.

Berikut rangkuman berita selengkapnya:

1. Penjelasan Resmi Taspen soal Pencairan Gaji ke-13 dan Tunjangan PNS 2026

Memasuki pertengahan 2026, sudah banyak masyarakat yang mencari informasi mengenai pencairan gaji ke-13 2026 bagi Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan. Pencairan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) mengacu pada Peraturan Presiden (PP) Nomor 9 Tahun 2026.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Harga Terbaru BBM Pertamina 1 Juni 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Turun

PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) per 1 Juni 2026.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. Taspen Cairkan Gaji Ke-13 PNS Hari Ini, Segini Rincian dan Tunjangannya yang Diterima

Taspen resmi menyampaikan jadwal pencairan gaji ke-13 dan tunjangan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan ASN pada 2 Juni 2026.

Baca berita selengkapnya di sini.
 

Baca juga: Harga Emas Antam Turun Rp32 Ribu hingga Indonesia Jauh dari Krisis 1998

4. Gaji ke-13 Mulai Cair, Rp24 Triliun Masuk ke Kantong 5,5 Juta ASN dan Pensiunan

Pemerintah telah merealisasikan pembayaran gaji ke-13 sebesar Rp24 triliun kepada 5,5 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pensiunan, baik pusat dan daerah. Jumlah itu merupakan realisasi per 2 Juni 2026 pukul 15.00 WIB.

Baca berita selengkapnya di sini.

5. Fondasi Ekonomi Bakal Topang IHSG, Purbaya tak Siapkan Intervensi Khusus

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tak menyiapkan intervensi khusus untuk menghadapi tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebab, menurut dia, fundamental ekonomi yang kuat bisa menjadi andalan untuk menopang pergerakan IHSG.

Baca berita selengkapnya di sini.

(Husen Miftahudin)