Pengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R Hankam Palmerah, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
DLH DKI Evaluasi Usulan Gerobak Motor Sampah Bersekat untuk TPS 3R Meruya Selatan
Nattasya Amani Vrazeti • 9 September 2026 22:19
Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan menguji dan mengevaluasi usulan kebutuhan sarana prasarana serta armada pengangkutan sampah terpilah, seperti pengadaan gerobak motor sampah bersekat dari pengelola TPS 3R Meruya Selatan, Jakarta Barat. Langkah ini merespons kendala di lapangan terkait armada gerobak hingga motor sampah pemukiman yang belum memiliki sekat pemisah antara sampah organik dan anorganik.
“Usulan kebutuhan sarana prasarana dari wilayah, termasuk kebutuhan armada pengangkutan sampah terpilah, akan menjadi bagian yang kami evaluasi dan koordinasikan lebih lanjut,” ujar Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu, 9 September 2026.
Yogi menyebut hal tersebut dilakukan agar dukungan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar menunjang pelaksanaan gerakan pilah sampah di Jakarta. Dia mengatakan dukungan sarana dan prasarana pengangkutan sampah terpilah akan direalisasikan bertahap sesuai kebutuhan wilayah.
“Terkait penunjang sarana dan prasarana untuk mendukung pemilahan sampah di tingkat masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengimplementasikannya bertahap sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan kesiapan sistem di masing-masing wilayah,” ujar Yogi.
Meski pemenuhan armada bersekat dalam proses evaluasi dan penyesuaian, Yogi mengimbau masyarakat tidak menunda gerakan memilah sampah dari sumbernya.
“Namun demikian, masyarakat tidak perlu menunggu seluruh sarana dan sistem pengangkutan tersedia untuk mulai memilah sampah dari rumah. Pemilahan dari sumber harus mulai dilakukan sekarang,” ucap Yogi.
%20Menteng%20Atas%2C%20Jakarta_%20Foto-%20Metro%20TV_Damar.jpg)
Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Jakarta. Foto: Metro TV/Damar.
Yogi meminta pemilahan di tingkat rumah tangga tetap berjalan paralel dengan upaya pemerintah memperkuat sistem di hilir.
“Dengan demikian, pemilahan dari rumah dan penguatan sistem oleh pemerintah harus berjalan secara bersamaan. Masyarakat mulai memilah dari sumber, sementara pemerintah secara aktif melakukan intervensi untuk memastikan sarana, pengangkutan, dan pengolahan sampah terpilah terus diperkuat,” ujar Yogi.
Pengawas TPS 3R Meruya Selatan, Achmad Basyary, mengungkapkan pihaknya berencana mengajukan pengadaan gerobak motor sampah keliling bersekat untuk memudahkan pemilahan langsung di gang-gang pemukiman. Minimnya fasilitas armada bersekat di tingkat RT/RW dinilai menjadi tantangan utama.
“Mereka (masyarakat) harus memilah dari rumah tangga. Cuman kan memang fasilitas tukang gerobak itu kan enggak memadai. Rata-rata bak saja gitu, enggak ada sekat atau apa. Nah, itu masih jadi dilema kita di lapangan, tingkat bawah tuh,” kata Achmad.
Program pengadaan tersebut ditargetkan dapat terealisasi pada 2027 dengan persetujuan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Di tahun depan, mudah-mudahan terealisasi. Mudah-mudahan di-acc Pak Gubernur,” ujar Achmad.