Jared Kushner Sebut Israel Bersikap Irasional soal Isu Gaza

Utusan AS untuk Gaza Jared Kushner. (Anadolu Agency)

Jared Kushner Sebut Israel Bersikap Irasional soal Isu Gaza

Willy Haryono • 7 September 2026 07:15

Kyiv: Utusan Amerika Serikat (AS) untuk Gaza Jared Kushner menyebut pemerintah Israel bersikap "sedikit irasional" dalam menangani isu Gaza akibat tekanan politik domestik menjelang pemilu.

Kushner, yang ditunjuk pemerintahan Presiden Donald Trump sebagai utusan untuk menjalankan peta jalan perdamaian Gaza, menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Kyiv pada Minggu, 6 September 2026.

Menurut Kushner, Washington memiliki kesepahaman dengan Israel mengenai "kondisi akhir untuk Gaza." Namun, ia menilai dinamika politik domestik Israel telah memengaruhi pengambilan keputusan pemerintah.

"Pemilu gila" di Israel, kata Kushner, turut memengaruhi kebijakan pemerintah terkait Gaza.

Dikutip dari Anadolu Agency, Kushner menegaskan AS "sangat bertekad" untuk menjalankan rencana perdamaian Gaza dan terus berupaya mengatasi berbagai hambatan politik di Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Kushner dilaporkan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak menghambat rencana perdamaian pemerintahan Trump.

Dalam pembicaraan sebelumnya, utusan AS tersebut dilaporkan secara tegas meminta Netanyahu "tidak menciptakan hambatan" bagi implementasi peta jalan yang disusun dewan perdamaian.

Israel dijadwalkan menggelar pemilu untuk memilih anggota Knesset ke-26 pada 27 Oktober mendatang. Pemilu tersebut akan menentukan komposisi parlemen unikameral Israel.

Jajak pendapat terbaru yang dirilis lembaga penyiaran publik Israel KAN menunjukkan dukungan terhadap Partai Likud yang dipimpin Netanyahu menurun. Jika pemilu digelar saat ini, Likud diproyeksikan hanya memperoleh 20 dari 120 kursi Knesset.

Sementara itu, situasi di Gaza masih menjadi salah satu isu utama dalam politik Israel dan diplomasi AS.

Sejak Israel melancarkan serangan ke Jalur Gaza pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka, berdasarkan data Palestina.

Gencatan senjata yang berlaku di Gaza sejak 10 Oktober 2025 juga terus menghadapi pelanggaran. Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran Israel terhadap kesepakatan tersebut telah menewaskan 1.344 warga Palestina dan melukai 4.464 lainnya.

Baca juga: Indonesia dan 7 Negara Kecam Wacana Pemindahan Paksa Warga Palestina dari Gaza

(Willy Haryono)