Ilustrasi aktivitas operasional pertambangan. Foto: dok MI.
DPR Soroti Kontribusi Freeport bagi Papua dan Penerimaan Negara
Husen Miftahudin • 18 July 2026 16:30
Jakarta: Komisi XII DPR memuji kontribusi PT Freeport Indonesia (PTFI), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID yang berperan dalam mendorong pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat Papua melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Keberadaan Freeport Indonesia selama puluhan tahun dinilai telah memberikan manfaat nyata. Baik bagi negara maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.
"Kami ingin berterima kasih kepada Freeport atas kinerjanya yang sampai hari ini terus memberikan manfaat bagi negara. Kami juga harus mengakui Freeport telah banyak memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan," kata Anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui, dikutip keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurut Alfons, Freeport harus terus menjadi aset nasional yang mampu menjaga keberlanjutan pembangunan di tanah Papua. Apresiasi juga disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Irsan Sosiawan Gading. Ia menilai peningkatan kinerja perusahaan harus terus diiringi dengan penguatan program pemberdayaan masyarakat.
"Saya mengapresiasi kinerja PT Freeport yang sudah berkontribusi untuk negara dan pendapatan negara. Yang juga sangat penting adalah perhatian kepada masyarakat di sekitar tambang agar manfaat kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan masyarakat lokal," kata Irsan.
.jpg)
(Ilustrasi tambang Freeport di Indonesia. Foto: dok MI)
Diperkirakan sumbang penerimaan negara hingga USD2,6 miliar
PT Freeport Indonesia merupakan salah satu kontributor terbesar penerimaan negara melalui pajak, dividen, royalti, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Pada 2026 kontribusi perusahaan kepada negara diperkirakan mencapai sekitar UDS2,6 miliar. Kemudian meningkat menjadi sekitar USD4,7 miliar pada 2027, yang terdiri atas sekitar USD1,9 miliar penerimaan pajak, USD1,9 miliar dividen kepada pemerintah melalui MIND ID, serta sekitar USD800 juta PNBP, termasuk royalti.
Ketika operasi tambang kembali normal, kontribusi perusahaan diproyeksikan menembus lebih dari USD7 miliar, atau sekitar Rp120 triliun per tahun.
Di luar kontribusi fiskal, Freeport Indonesia juga secara konsisten menjalankan investasi sosial di Papua dengan mengalokasikan sekitar USD100 juta setiap tahun untuk program pengembangan masyarakat.
Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan kapasitas masyarakat adat, hingga peningkatan kualitas layanan publik di sekitar wilayah operasional.