Ubah Sampah Jadi Rupiah, Warga Kota Bambu Utara Petik Keuntungan Ekonomi

Kader Bank Sampah Kelurahan Kota Bambu Utara. Foto: Metro TV/Rifda Muthia.

Ubah Sampah Jadi Rupiah, Warga Kota Bambu Utara Petik Keuntungan Ekonomi

Rifda Muthia Zahra • 9 May 2026 13:56

Jakarta: Warga Kelurahan Kota Bambu Utara (KBU), Palmerah, Jakarta Barat, menemukan peluang baru yang bisa dimanfaatkan di tengah ancaman kelebihan muatan sampah di TPST Bantargebang. Melalui Bank Sampah, masyarakat tergerak untuk mendapatkan tambahan nilai ekonomi. 

“Tapi sekarang nasabahnya jadi tambah meningkat,” jelas Saifuddin, petugas Kelurahan Bambu Utara, pada Metrotvnews.com, Sabtu 9 Mei 2026. 

Kelurahan Kota Bambu Utara telah merintis program bank sampah sejak tahun 2018. Pada awalnya program ini merupakan inisiasi dari Dinas Lingkungan Hidup, kini program tersebut telah meluas dan warga yang menjadi nasabah semakin meningkat. 

"Biasanya pemilahannya mulai dari sampah organik, terus ada kertas-kertas yang nggak kepakai, terus dus-dus, dan sampah residu juga,” kata Saifuddin. 

Kegiatan ini bermula dari warga yang memilah sampah dari rumah. Saifuddin menjelaskan bahwa jenis sampah dipisah menjadi organik dan anorganik. Sampah yang dikumpulkan warga akan diangkut setiap dua hari sekali oleh petugas kebersihan. 

“Kita antar jemput. Kalau pembayaran kita antar," jelas Saifuddin. 

Melalui sistem bank sampah yang terintegrasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), aktivitas memilah sampah dari rumah kini bukan hanga kewajiban menjaga kebersihan, melainkan telah menjadi sumber tambahan pendapatan bagi masyarakat. Tidak hanya mengangkut sampah, petugas bank sampah juga akan mengantarkan pembayaran tabungan warga.  

Petugas memilah sampah yang bisa didaur ulang di Bank Sampah Kelurahan Kota Bambu Utara. Foto: Metro TV/Rifda Muthia.

“Warga rajin untuk milah sampah setelah maaf ya, setelah tahu oh nilainya lumayan ya,” kata Vita, ketua bank sampah RW II, Kelurahan Kota Bambu Utara, pada Metrotvnews.com, Sabtu 9 Mei 2026. 

Vita menjelaskan bahwa kini warga Kelurahan Bambu Utara semakin rajin setor sampah ke bank sampah. Hal ini terjadi setelah warga menyadari terdapat nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan. 

“Tonase paling banyak sini ya (Kota Bambu Utara), Palmerah, bahkan se Jakarta Barat,” ujar Saifuddin. 

Meski tantangan pola pikir masih ada, respon positif terlihat dari data tonase sampah. Kelurahan Kota Bambu Utara disebut sebagai salah satu yang memiliki tonase sampah tertinggi di Jakarta Barat menurut Dinas Lingkungan Hidup.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)