Kondisi rel kereta api di samping tanggul penahan Lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. DJKA segera menyiapkan SOP penanganan darurat untuk jalur kereta api di kawasan tersebut, menyusul meningkatnya kerawanan di lokasi tersebut. (ANTA
Jalur KA di Kawasan Lumpur Sidoarjo Kritis, DJKA Siapkan SOP Darurat
Whisnu Mardiansyah • 9 July 2026 22:34
Sidoarjo: Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan segera menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan darurat untuk jalur kereta api di kawasan Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kerawanan di lokasi tersebut.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menyatakan langkah ini menjadi tindak lanjut setelah kawasan itu dinyatakan sebagai daerah rawan oleh Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo.
"Kondisi jalur kereta api di kawasan tersebut sudah kritis. Antara tahun 2022 hingga 2026 terjadi penurunan sekitar satu meter dari permukaan laut sehingga stabilitas trek semakin terancam dan peninggian maupun pengembangan infrastruktur di titik itu sudah tidak lagi memungkinkan," kata Denny, seperti dilansir Antara, Kamis, 9 Juli 2026.
Selama hampir 20 tahun terakhir, jalur kereta api di kawasan tersebut telah ditinggikan hampir tiga meter dari kondisi awal untuk menjaga operasional perjalanan kereta tetap aman. Namun, upaya yang dilakukan selama ini masih terbatas pada perawatan rutin berupa peninggian trek, pengecekan berkala menggunakan sarana Multi Tie Tamper, serta penambahan batu balas.
Baca Juga :
Tanggul Lumpur Lapindo di Siring dan Gempolsari Kritis, Jalur KA dan Jalan Nasional Terancam
Kondisi tersebut memerlukan langkah penanganan yang lebih menyeluruh melalui strategi jangka pendek, menengah, dan panjang agar keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga.
Untuk jangka menengah dan panjang, DJKA telah menyiapkan rencana relokasi jalur yang melintasi wilayah Sidoarjo menuju Tulangan hingga Gununggangsir sebagai solusi permanen. Sementara itu, pada jangka pendek diperlukan konsolidasi dan sinergi antara DJKA, PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta pemerintah daerah dalam menyusun langkah mitigasi dan penanganan kondisi darurat.

Titik rembesan air di titik semburan lumpur Lapindo, Sidoarjo. MI
Penyusunan SOP atau rencana tanggap darurat akan disesuaikan dengan kondisi yang ada sehingga seluruh pihak terkait memiliki pedoman yang jelas saat menghadapi banjir maupun situasi kritis lainnya.
"Penyusunan SOP ini ditargetkan selesai tahun ini karena dalam beberapa bulan ke depan musim hujan akan tiba. Kami harus siap menghadapi kemungkinan terburuk, terutama mengantisipasi banjir, sebab kemampuan pompa saat kondisi ekstrem belum dapat dipastikan," ujar Denny.