Harga Emas Hari Ini Berpotensi Menguat

Emas batangan. Foto: dok Global Bullion Suppliers.

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Menguat

Husen Miftahudin • 11 March 2026 11:12

Jakarta: Harga emas dunia menunjukkan penguatan pada perdagangan terbaru setelah melemahnya dolar AS memberikan dukungan terhadap aset safe haven tersebut. Berdasarkan analisis pasar dari Dupoin Futures oleh Andy Nugraha, pergerakan emas (XAU/USD) masih berada dalam tren bullish pada timeframe H1.

"Kondisi ini didukung oleh kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang mengindikasikan momentum kenaikan masih cukup kuat dalam jangka pendek," ungkap Andy dalam analisis hariannya, Rabu, 11 Maret 2026.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas tercatat naik lebih dari 0,50 persen dan diperdagangkan di sekitar level USD5.187 per troy ons. Penguatan ini terjadi seiring pelemahan dolar AS setelah harga minyak dunia mengalami sedikit penurunan.

Hubungan korelasi antara pergerakan dolar dan minyak mentah turut memengaruhi dinamika pasar logam mulia. Ketika harga minyak melemah, tekanan terhadap dolar meningkat sehingga memberikan ruang bagi emas untuk bergerak naik.
 

Baca juga: Harga Emas Dunia Mulai Bersinar Lagi
 

Data ekonomi AS beri pengaruh bagi pasar


Selain faktor mata uang, data ekonomi Amerika Serikat juga memberikan sentimen yang beragam bagi pasar. Data penjualan rumah yang sudah ada (existing home sales) pada Februari menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami kontraksi sebesar minus 5,9 persen pada Januari.

Penjualan rumah tercatat meningkat 1,7 persen, menandakan aktivitas sektor properti mulai membaik. Sementara itu, data ketenagakerjaan dari rata-rata perubahan tenaga kerja ADP selama empat minggu juga menunjukkan perbaikan menjadi 15,5 ribu, naik dari angka sebelumnya sebesar 12,8 ribu. Meskipun data ekonomi cenderung positif, pelemahan dolar tetap memberikan dorongan bagi harga emas.

Memasuki perdagangan Rabu di sesi Asia, harga emas terlihat stabil di sekitar level USD5.190 setelah sempat mengalami volatilitas yang dipicu oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan di kawasan tersebut masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas global.

Presiden AS Donald Trump, menyatakan operasi militer AS di Iran kemungkinan akan segera berakhir, meskipun belum ada jadwal pasti mengenai penghentian serangan tersebut. Pernyataan ini sempat menurunkan harga minyak dan meredakan sebagian kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya turut menopang harga emas.

Namun demikian, situasi geopolitik masih berpotensi berubah dengan cepat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan jika serangan dari AS dan Israel terus berlanjut, Iran dapat mempertimbangkan langkah untuk memblokir ekspor minyak regional.

Di sisi lain, Pemerintah AS juga memberikan peringatan keras bahwa tindakan yang mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz dapat memicu respons militer lebih lanjut. Ketidakpastian geopolitik seperti ini biasanya meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Pasar menanti data inflasi


Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk Februari. CPI utama diperkirakan naik sebesar 2,4 persen secara tahunan, sementara CPI inti diproyeksikan meningkat 2,5 persen.

"Jika data inflasi tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas dalam jangka pendek," terang Andy.

Dari sisi teknikal, analisis Dupoin Futures menunjukkan tren bullish masih mendominasi pergerakan XAU/USD. Jika tekanan beli terus berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar level USD5.231.

"Namun, apabila harga gagal mempertahankan momentum kenaikan dan mengalami koreksi, maka level support terdekat yang perlu diperhatikan berada di kisaran USD5.126," papar Andy.

Dengan kombinasi faktor teknikal yang masih positif, dukungan dari pelemahan dolar, serta ketidakpastian geopolitik global, harga emas berpeluang mempertahankan tren penguatan dalam jangka pendek. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati rilis data ekonomi penting dan perkembangan geopolitik yang dapat memicu volatilitas harga di pasar komoditas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)