PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur mudik Jawa hingga Bali. (Dok PLN)
PLN Cek Kesiapan SPKLU di Jalur Surabaya–Bali Jelang Mudik Lebaran 2026
Lukman Diah Sari • 12 March 2026 11:41
Surabaya: PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur mudik Jawa hingga Bali menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto melakukan pengecekan langsung sejumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang koridor Surabaya hingga Denpasar, Bali.
Pengecekan dilakukan bersama jajaran Direktorat Retail dan Niaga PLN dengan meninjau beberapa titik SPKLU di rest area maupun lokasi strategis di jalur utama perjalanan menuju Bali. Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur pengisian kendaraan listrik dalam kondisi optimal menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.
“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa seluruh SPKLU di koridor Surabaya hingga Bali beroperasi dengan baik dan siap melayani pengguna kendaraan listrik. Tren penggunaan kendaraan listrik terus meningkat, termasuk untuk perjalanan jarak jauh saat musim mudik Lebaran,” ujar Adi, dalam rilis resmi diterima pada Kamis, 12 Maret 2026.

PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur mudik Jawa hingga Bali. (Dok PLN)
Menurut dia, PLN terus memperkuat kesiapan infrastruktur kendaraan listrik, terutama di jalur strategis yang menjadi rute perjalanan utama masyarakat selama periode libur panjang.
Secara nasional, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit EV charger yang tersebar di 3.078 lokasi di seluruh Indonesia guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Infrastruktur tersebut terdiri atas berbagai tipe pengisian daya, mulai dari Ultra Fast Charging, Fast Charging, Medium Charging, hingga Standard Charging yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna kendaraan listrik.
Untuk mendukung periode mudik Lebaran 2026, PLN juga menyiapkan 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 lokasi jalur mudik di wilayah Sumatera, Jawa hingga Bali. Seluruh SPKLU tersebut didukung oleh lebih dari 5.000 petugas siaga yang berjaga selama 24 jam dalam tiga shift guna memastikan pelayanan kepada pengguna kendaraan listrik tetap berjalan optimal.
Selain memastikan kesiapan infrastruktur, PLN juga menyiagakan SPKLU mobile dan emergency charging untuk mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin dialami pengguna kendaraan listrik selama perjalanan.
“Kami juga menyiapkan SPKLU mobile dan unit emergency yang dapat bergerak cepat apabila pengguna kendaraan listrik mengalami kendala di perjalanan. Dengan dukungan ini, kami ingin memastikan perjalanan pengguna EV selama mudik tetap aman dan nyaman,” kata Adi.
“Kami ingin memastikan pengalaman pengguna kendaraan listrik semakin nyaman. PLN Mobile menjadi bagian penting dari ekosistem ini karena memudahkan pengguna merencanakan perjalanan dan mengakses layanan pengisian daya secara lebih efisien,” ujar Adi.
PLN juga memperkuat pengembangan SPKLU Center di berbagai titik strategis untuk mendukung perjalanan kendaraan listrik jarak jauh. Saat ini jarak antar SPKLU Center di jalur Trans Jawa telah dipadatkan dari sebelumnya sekitar 300 kilometer menjadi sekitar 150–200 kilometer, sehingga memudahkan pengguna EV dalam melakukan perjalanan antarkota.
Adi menegaskan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Momentum mudik Lebaran menjadi salah satu ujian kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. PLN berkomitmen memastikan pengguna EV dapat melakukan perjalanan ke kampung halaman dengan nyaman, tanpa khawatir terkait ketersediaan fasilitas pengisian daya,” tutup Adi.