Ilustrasi campak. Foto: Antara/HO-istockphoto.
Pemprov DKI Imbau Warga Mewaspadai Penularan Campak saat Silaturahmi Lebaran
Anggi Tondi Martaon • 11 March 2026 07:26
Jakarta: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit campak saat melakukan kegiatan silaturahmi pada momen Idulfitri. Kewaspadaan harus ditingkatkan oleh kelompok rentan seperti balita dan anak-anak.
“Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” kata Ani dikutip dari Antara, Rabu, 11 Maret 2026.
Meskipun belum ada temuan kasus campak di Jakarta, namun penyakit itu sudah ditemukan di beberapa wilayah di sekitar Ibu Kota. Untuk itu, dia meminta masyarakat, khususnya yang memiliki anak-anak, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut.
“Jadi, ini tetap menjadi kewaspadaan kita sama-sama, terutama menjelang hari raya,” ujar Ani.
Dia mengakui hampir setiap pekan mendapati pasien anak yang menggunakan ventilator atau masuk ruangan perawatan intensif (PICU) akibat campak. Menurut dia, kondisi tersebut membuktikan penyakit campak dapat dicegah melalui vaksin yang mampu memperkuat daya tahan tubuh. Maka dari itu, dia mengingatkan masyarakat agar melengkapi imunisasi anak-anak mereka.

Ilustrasi campak. Foto: Medcom.id
Arifianto juga mengatakan anak yang belum kenal berbagai virus atau bakteri harus dikenalkan dengan vaksin agar antibodinya terbangun. Jadi, ketika mereka terkena penyakit, maka tubuhnya mampu menghalaunya.
Imunisasi campak rubela diberikan sebanyak tiga dosis, yakni saat anak berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan dosis penguat saat anak berusia 18 bulan dan 6-7 tahun.