Prabowo Ingin Revitalisasi Monas hingga Kereta Bali jadi Kebanggaan Nasional

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Antara.

Prabowo Ingin Revitalisasi Monas hingga Kereta Bali jadi Kebanggaan Nasional

Fachri Audhia Hafiez • 5 November 2026 19:19

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 5 November 2026. Pertemuan tersebut membahas sejumlah proyek strategis, mulai dari revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) hingga pengembangan jaringan kereta api di Provinsi Bali.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa Kepala Negara ingin proyek-proyek tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas untuk publik. Namun, jadi kebanggaan nasional.
 


"Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, Stasiun Gambir, pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tapi juga menjadi nation pride atau kebanggaan nasional," kata Teddy dalam keterangannya, Kamis, 5 November 2026.

Teddy menjelaskan, terdapat empat arahan utama yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut. Pertama, mengenai revitalisasi Stasiun Gambir yang belum pernah mengalami renovasi besar sejak 1970-an. 

Stasiun ini ditargetkan menjadi pusat stasiun nasional. Sekaligus kawasan hiburan dan wisata keluarga di jantung Ibu Kota. Kedua, penataan dan revitalisasi kawasan Monas agar semakin nyaman, indah, serta sarat nilai sejarah dan edukasi bagi para pengunjung.


Ilustrasi Monas. Foto: Dok. Antara.

Ketiga, Presiden mengarahkan pembangunan Museum Agung Nasional (Grand National Museum) di kawasan Monas. Museum berskala besar ini disiapkan sebagai pusat sejarah, pendidikan, dan rekreasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

"Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda," terang Teddy.

Keempat, Presiden menginstruksikan dimulainya pembangunan layanan kereta api di Provinsi Bali. Pada tahap awal, jalur kereta ini direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah titik wisata seperti Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, hingga wilayah utara Bali.

(Fachri Audhia Hafiez)