22.778 KK di Sumedang Terdampak Kekeringan

Petugas gabungan saat menyalurkan air bersih di Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. ANTARA/Ilham Nugraha.

22.778 KK di Sumedang Terdampak Kekeringan

Whisnu Mardiansyah • 5 November 2026 17:32

Bandung: Sebanyak 84.699 jiwa atau 22.778 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terdampak kekeringan hingga Rabu, 4 November 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat bantuan air bersih yang telah disalurkan ke wilayah tersebut mencapai 908.900 liter.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat Hardjasasmita, mengatakan kondisi kekeringan di Sumedang merupakan bagian dari dampak bencana serupa yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat. Berdasarkan pendataan BPBD, kekeringan tercatat terjadi di 965 desa/kelurahan yang tersebar di 291 kecamatan.

"Di Kabupaten Sumedang, berdasarkan data yang kami miliki terdapat 84.699 jiwa yang terdampak kekeringan," katanya, seperti dilansir Antara, Kamis, 5 November 2026.

Hadi menjelaskan, penanganan terhadap masyarakat terdampak dilakukan melalui penyaluran air bersih. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya di daerah yang mengalami keterbatasan ketersediaan sumber air.
 


Hingga 4 November 2026, volume air bersih yang telah didistribusikan ke Kabupaten Sumedang mencapai 908.900 liter. Penyaluran bantuan tersebut melibatkan sejumlah instansi dan unsur terkait.

"Untuk penanganan di Sumedang, distribusi air bersih sudah mencapai 908.900 liter," ujar Hadi Rahmat.

Sementara itu, secara kumulatif, penyaluran air bersih untuk menangani kekeringan di Jawa Barat telah mencapai 50.867.369 liter. Jumlah warga yang terdampak tercatat sekitar 1,57 juta jiwa atau setara dengan 478.040 KK.


Ilustrasi-Area persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang kekeringan akibat musim kemarau. (DOK.PEMKABBEKASI)


Berdasarkan kontribusi penyaluran, BPBD menjadi instansi dengan distribusi air bersih terbanyak, yakni 28.199.500 liter. Berikutnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menyalurkan 5.589.000 liter, sedangkan Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan 5.116.925 liter.

"Penanganan ini melibatkan berbagai unsur agar distribusi bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan," kata Hadi Rahmat.

Dari sisi sebaran wilayah, Kabupaten Bekasi mencatat volume distribusi air bersih tertinggi di Jawa Barat dengan 18.843.275 liter. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bogor sebanyak 8.101.000 liter dan Kabupaten Pangandaran sebesar 5.250.194 liter.

(Whisnu M)