Efisiensi Energi Pabrik Amonia Pupuk Kaltim Capai 10%

Proyek revamping Ammonia Pabrik-2. Foto: dok Pupuk Kaltim.

Efisiensi Energi Pabrik Amonia Pupuk Kaltim Capai 10%

Husen Miftahudin • 7 October 2026 16:23

Jakarta: PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat penurunan konsumsi energi lebih dari 10 persen setelah proyek revamping Ammonia Pabrik-2. Efisiensi tersebut diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya produksi hingga USD14,3 juta atau sekitar Rp228 miliar per tahun.

Pencapaian tersebut diumumkan setelah Pupuk Kaltim bersama Casale SA menandatangani Deklarasi Bersama (Joint Declaration) atas keberhasilan kinerja proyek revamping Ammonia Pabrik-2 di Lugano, Swiss.

Dalam uji kinerja selama 168 jam atau tujuh hari berturut-turut pada Agustus 2026, konsumsi energi pabrik turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Penurunan sebesar 4,03 MMBTU per ton tersebut melampaui target minimal efisiensi sebesar 4,00 MMBTU per ton.

Selain menekan konsumsi energi, proyek revamping juga meningkatkan kapasitas produksi Ammonia Pabrik-2. Rata-rata produksi amonia meningkat menjadi 1.841 ton per hari dari sebelumnya 1.767 ton per hari. Angka tersebut menunjukkan peningkatan produksi sebesar 4,18 persen.

Gas bumi menjadi bahan baku sekaligus sumber energi utama dalam produksi amonia. Karena itu, penurunan konsumsi energi dapat berdampak pada efisiensi biaya produksi. Tambahan kapasitas produksi juga dapat memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea Pupuk Kaltim.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan hasil proyek revamping menunjukkan peningkatan efisiensi pada fasilitas yang telah beroperasi sejak 1984.

"Pabrik yang beroperasi sejak 1984 kini memakai energi lebih sedikit dan menghasilkan amonia lebih banyak, sesuai target yang kami sepakati bersama. Bagi Pupuk Kaltim, capaian ini mencerminkan komitmen kami untuk selalu menerapkan operational excellence," jelas Rafli dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 7 Oktober 2026.

"Dengan biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan bahan baku urea yang lebih andal, kami dapat menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional," tambah dia.

Proyek tersebut mencakup pembaruan shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system, serta integrasi Distributed Control System (DCS). Pupuk Kaltim juga memproyeksikan proyek revamping tersebut dapat mendukung upaya pengurangan emisi sekitar 110 ribu ton karbon dioksida (CO2) per tahun.
 



(Gedung kantor Pupuk Kaltim. Foto: dok Pupuk Kaltim)
 

Dorong kolaborasi teknologi


Chief Executive Officer Casale SA Federico Zardi mengatakan perusahaan berupaya membangun kerja sama jangka panjang dengan Pupuk Kaltim melalui proyek tersebut.

"Kami melihat ini sebagai awal dari kemitraan yang kuat. Kami ingin membangun pendekatan kolaborasi, bukan sekadar hubungan klien dan pelanggan, agar tujuan dapat dicapai bersama, seperti dalam proyek ini. Itulah pendekatan yang ingin kami lanjutkan ke depan, untuk bersama Pupuk Kaltim memajukan perusahaan," papar Federico.

Casale SA merupakan perusahaan berbasis di Lugano, Swiss, yang menyediakan teknologi, rekayasa, dan konstruksi untuk fasilitas produksi amonia, urea, metanol, serta pupuk lainnya.

Dalam proyek ini, revamping dilakukan dengan memperbarui fasilitas yang sudah ada tanpa membangun pabrik baru. Pendekatan tersebut diterapkan dengan mempertahankan sebagian besar infrastruktur Ammonia Pabrik-2 yang telah beroperasi sejak 1984.

Rafli mengatakan hasil proyek tersebut menjadi dasar bagi Pupuk Kaltim untuk menjaga keandalan operasional fasilitas yang telah diperbarui.

"Capaian ini akan menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi. Tugas kami berikutnya adalah memastikan pabrik yang kini lebih efisien ini beroperasi secara andal, sehingga pasokan pupuk bagi petani tetap terpenuhi," lanjut Rafli.

(Husen Miftahudin)