Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok Kemenag.
2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Ditjen Pesantren Lahir sebagai Penguatan Pendidikan Santri
Achmad Zulfikar Fazli • 21 October 2026 22:56
Jakarta: Memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, lahirnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama memperkuat tata kelola, kualitas pendidikan, dan kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa. Ditjen Pesantren merupakan realisasi dari usulan yang diperjuangkan bertahun-tahun.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, persetujuan Presiden Prabowo, dukungan DPR, serta penganggaran melalui Kementerian Keuangan menjadi bagian penting dari proses pembentukan direktorat jenderal tersebut.
Menurut Nasaruddin, penguatan kelembagaan pesantren merupakan pengakuan terhadap kontribusi pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia, bahkan sebelum kemerdekaan. Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi membangun kohesi sosial, menumbuhkan identitas kebangsaan, dan membentuk karakter masyarakat.
“Jangan hanya kita diantar ke pintu kemerdekaan, tapi setelah merdeka, pesantren yang berkeringat berdarah-darah ini malah justru dihilangkan,” ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 Oktober 2026.
Dia menilai pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam kemandirian, kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun kepemimpinan nasional yang berintegritas.
Nasaruddin menegaskan kontribusi pesantren tidak hanya relevan dalam sejarah perjuangan bangsa, tetapi dibutuhkan untuk menghadapi tantangan Indonesia pada masa mendatang. Oleh karena itu, keberadaan Ditjen Pesantren diharapkan memperkuat perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan yang selama ini menopang pembangunan karakter dan kecerdasan bangsa.

Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok Kemenag.
Pesantren Berkembang, Prestasi Santri Meluas
Nasaruddin menepis anggapan pendidikan pesantren hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama dan kitab kuning. Menurut dia, pesantren dan madrasah kini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak lulusan berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, robotika, olahraga, dan seni.
Dia mencontohkan sejumlah madrasah unggulan yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia. Bahkan, sejumlah lulusannya memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di luar negeri.
Menurut Nasaruddin, capaian tersebut menunjukkan pendidikan berbasis agama dapat berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembinaan karakter, kedisiplinan, serta budaya belajar yang kuat menjadi bagian dari faktor pendukung keberhasilan para santri dan siswa madrasah.
“Image pondok pesantren itu hanya bisa baca kitab kuning itu sudah tidak seperti itu lagi sekarang. Bahkan, dari pondok pesantren lahir anak-anak yang ahli dalam bidang robotik dan banyak santri yang ke luar negeri dengan beasiswa,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin menambahkan pengembangan pesantren perlu terus dilakukan dengan memperhatikan kualitas pengelolaan, kepemimpinan, dan sistem pendidikan. Dengan begitu, pesantren tidak hanya mempertahankan tradisi keilmuan Islam, tetapi mampu menjawab kebutuhan pendidikan modern.
Perbaikan Tata Kelola dan Perlindungan Santri
Selain memperkuat kelembagaan, Kementerian Agama mendorong perbaikan tata kelola pesantren. Nasaruddin mengatakan pembenahan tidak hanya menyasar tata tertib santri, tetapi mencakup sistem pengelolaan lembaga dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melibatkan Majelis Masyayikh, yang terdiri atas tokoh-tokoh senior pesantren, untuk memberikan masukan dan membantu pengawasan tata kelola pesantren.
Menurut dia, keterlibatan para tokoh pesantren dapat memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas pengelolaan, serta membantu mengidentifikasi persoalan yang perlu segera ditangani. Langkah tersebut juga penting untuk mencegah terulangnya kasus-kasus yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pesantren, termasuk dugaan pelecehan dan persoalan perlindungan santri.
Nasaruddin mengakui persoalan di lingkungan pesantren tetap perlu ditangani secara terbuka. Dia juga mengingatkan pentingnya memastikan lembaga yang menggunakan nama pesantren benar-benar terdaftar dan memenuhi ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat memperoleh informasi jelas sebelum mempercayakan pendidikan anak-anak mereka.
Dia mengajak para pengasuh, pengelola pesantren, orang tua, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas pendidikan serta citra pesantren. Menurut dia, penguatan pengawasan dan keterbukaan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap tradisi dan kemandirian pesantren.
Hari Santri Momentum Penguatan Pendidikan Nasional
Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, Nasaruddin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri. Dia mengajak santri terus meningkatkan prestasi serta berbangga terhadap kontribusi pesantren bagi Indonesia.
Dia juga mengimbau para orang tua agar tidak ragu memilih pesantren sebagai tempat pendidikan anak, dengan tetap memperhatikan kualitas lembaga, sistem pengasuhan, dan jaminan perlindungan bagi santri.
Menurut Nasaruddin, pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi unggul dalam ilmu pengetahuan, memiliki karakter yang baik, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kelahiran Ditjen Pesantren di tengah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Namun, penguatan kelembagaan tersebut perlu diikuti peningkatan mutu pendidikan, pembenahan tata kelola, dan perlindungan santri agar pesantren benar-benar menjadi ruang belajar yang aman dan mampu melahirkan calon pemimpin masa depan.
“Mari kita berbahagia dan berbangga dengan prestasi yang dicapai oleh pondok pesantren,” ujar Nasaruddin.