Harga Minyak Dunia Nyaris ke Level Terendah Sepekan, Brent Dijual USD102/Barel

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Minyak Dunia Nyaris ke Level Terendah Sepekan, Brent Dijual USD102/Barel

Husen Miftahudin • 30 September 2026 08:00

New York: Harga minyak mentah dunia turun ke level terendah dalam hampir sepekan. Penurunan terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.
 
Arab Saudi kembali mengangkut minyak mentah melalui jalur pipa utama Timur-Barat. Pada saat yang sama, perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Iran berkomunikasi melalui saluran perantara untuk mengupayakan dimulainya kembali pembicaraan diplomatik.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 30 September 2026, minyak mentah Brent untuk pengiriman November berada di sekitar USD102,6 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level USD89,38 per barel.
 

 

Trump tolak proposal Iran soal Selat Hormuz

 
Mengutip Investing.com, penurunan harga minyak berlangsung meski Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
 
Trump juga membantah laporan Axios yang menyebut dirinya siap melonggarkan sanksi terhadap Iran dan membuka aset-aset Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas kemajuan dalam program nuklir negara tersebut.
 
Meski belum terdapat perkembangan diplomatik yang signifikan antara AS dan Iran, pasar energi mencermati laporan Reuters mengenai upaya mediator Qatar untuk menggelar pembicaraan secara terpisah dengan kedua pihak. Pembicaraan tersebut disebut akan berfokus pada proposal yang sebelumnya telah ditolak.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Aliran minyak Arab Saudi meningkat

 
Di sisi lain, sentimen pasar membaik seiring adanya indikasi peningkatan aliran minyak dari kawasan Teluk. Arab Saudi dilaporkan kembali mengekspor minyak dari Pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah memperbaiki kerusakan pada Pipa Timur-Barat.
 
TankerTrackers.com menyebut estimasi ekspor minyak mentah Arab Saudi yang teridentifikasi secara visual dalam tujuh hari terakhir mencapai rata-rata hampir sembilan juta barel per hari.
 
Sementara itu, Departemen Energi AS menyatakan menawarkan pinjaman minyak kepada sejumlah perusahaan hingga 40 juta barel dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve).
 
Penawaran tersebut menjadi bagian dari kesepakatan global untuk membuka cadangan minyak setelah perang Iran dimulai.

(Husen Miftahudin)