Partai Likud yang dipimpin Benjamin Netanyahu tuduh pemilu Israel berjalan dengan penuh kecurangan. Foto: Anadolu
Partai Netanyahu Tuduh Pemilu Israel Curang, Polisi Tak Temukan Bukti
Muhammad Reyhansyah • 29 October 2026 13:11
Tel Aviv: Polisi Israel tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan kecurangan pemilu yang dilontarkan Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Menurut laporan surat kabar Israel Hayom, Rabu, 28 Oktober 2026, Komite Pemilihan Umum Israel juga menilai belum ada alasan untuk mengkhawatirkan integritas pemungutan suara.
Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Israel Hayom melaporkan bahwa penilaian komite tersebut bertentangan dengan tuduhan Likud mengenai dugaan kecurangan di tempat pemungutan suara di komunitas Arab.
“Polisi juga menyatakan tidak menemukan bukti yang menguatkan tuduhan tersebut,” sebut laporan itu, dikutip dari Anadolu, Kamis, 29 Oktober 2026.
Sebelumnya pada Rabu, Likud menuduh partai-partai Arab telah “mencuri” pemilu melalui penyuapan, intimidasi, kekerasan, pemalsuan, serta penggunaan perangkat lunak terlarang untuk mengerahkan pemilih.
Partai itu juga menuduh partai-partai Arab mendukung terorisme dan berupaya menghancurkan negara Yahudi.
Likud menyatakan akan menyerahkan “ratusan kesaksian dan bukti” kepada polisi, badan keamanan dalam negeri Shin Bet, serta komite pemilihan umum. Partai tersebut juga mendesak dilakukannya penyelidikan.
Komite pemilihan umum mengonfirmasi telah menerima pengaduan Likud dan sedang memeriksanya sebagai bagian dari peninjauan rutin atas laporan dugaan pelanggaran integritas pemilu yang diajukan berbagai partai.
Tuduhan Likud muncul ketika dua partai yang didominasi pemilih Arab, Ra’am dan Joint List, diproyeksikan meraih total 19 kursi, jumlah gabungan tertinggi menurut laporan tersebut. Proyeksi itu membuat blok Netanyahu maupun blok pesaing utamanya belum mencapai mayoritas di parlemen.
Pada Selasa, komite pemilihan umum menyatakan tidak ada indikasi manipulasi surat suara secara sistematis. Komite juga menyebut laporan-laporan individual ditangani segera, menurut The Times of Israel.
Dengan hampir 90% suara telah dihitung, blok Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi di Knesset yang memiliki 120 kursi. Sementara itu, blok yang dipimpin Gadi Eisenkot dari Partai Yashar diproyeksikan memperoleh 48 kursi.
Kedua blok tersebut masih berada di bawah ambang batas 61 kursi yang diperlukan untuk mengamankan mayoritas parlemen.
Angka tersebut masih bersifat sementara. Ratusan ribu surat suara dalam amplop ganda, termasuk suara yang diberikan oleh personel militer dan diplomat, masih menunggu penghitungan.