Mahasiswa Diajak Sumbang Gagasan untuk Perkuat Hubungan RI-Korsel

Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Korsel Lee Jae Myung. Foto: BPMI Setpres

Mahasiswa Diajak Sumbang Gagasan untuk Perkuat Hubungan RI-Korsel

M Sholahadhin Azhar • 29 October 2026 23:15

Jakarta: Mahasiswa diajak menyumbang gagasan untuk memperkuat hubungan Indonesia-Korea Selatan. Gagasan tersebut dapat dituangkan dalam kompetisi tulisan yang digelar Kedutaan Besar Republik Korea (Korea Selatan/Korsel) di Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) dan Friends of Korea, serta didukung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Didi Sukyadi, menjadi juri dalam kompetisi tersebut. Dia menyambut baik kompetisi menulis sebagai wadah menuangkan gagasan dari pemuda, khususnya mahasiswa.
 


"Mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk memahami isu bilateral, menilai peluang dan tantangannya, kemudian menyampaikan gagasan berdasarkan pengetahuan dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Didi dalam keterangan yang dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.

Dia berharap mahasiswa menghadirkan gagasan yang orisinal, berbasis data, dan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Tulisan yang kuat mampu mengidentifikasi persoalan secara jelas, menjelaskan mengapa persoalan tersebut penting bagi kedua negara, serta menawarkan langkah penyelesaian yang masuk akal.

Dari perspektif pendidikan, lomba ini melatih literasi, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan terhadap persoalan internasional. Ketertarikan yang saat ini terbilang sangat tinggi terhadap Korea Selatan dapat berkembang menjadi pemahaman yang lebih mendalam mengenai pendidikan, ekonomi, teknologi, kebudayaan, dan kehidupan masyarakatnya. 

Melalui kegiatan seperti lomba menulis, ketertarikan terhadap Korea dapat diarahkan menjadi pertukaran gagasan yang lebih bermakna. 

"Pada saat yang sama, masyarakat Korea juga perlu memperoleh kesempatan untuk mengenal Indonesia dalam keragaman bahasa, budaya, dan pemikirannya. Pemahaman yang timbal balik akan memperkuat rasa saling menghormati," kata Didi.


Ilustrasi. Foto: Unsplash.com.

Sementara itu, CEO dan Co-founder Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) Edna Caroline berharap kompetisi ini mendapat sambutan luas dari mahasiswa Indonesia, baik yang menempuh pendidikan di dalam negeri maupun di Korea Selatan. Ia mengajak generasi muda untuk berpartisipasi aktif dengan menyampaikan gagasan yang kreatif, kritis, dan konstruktif mengenai peluang penguatan hubungan bilateral kedua negara.

“Melalui kompetisi ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya melihat hubungan Indonesia–Korea dari perspektif kerja sama yang telah terjalin, tetapi juga mampu menawarkan ide-ide baru untuk memperluas kolaborasi di masa depan. Kami mengundang mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk berpartisipasi dan menyampaikan pemikiran terbaik mereka,” ujar Edna.

Disediakan hadiah puluhan juta bagi 20 pemenang lomba yang terbuka bagi mahasiswa program sarjana dan pascasarjana di Indonesia dan Korsel tersebut. Kompetisi ini diselenggarakan untuk memperingati peningkatan status hubungan bilateral kedua negara dari “Kemitraan Strategis Khusus” menjadi “Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus” (Special Comprehensive Strategic Partnership – SCSP), yang dicapai melalui kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korsel pada April 2026.

Tema utama kompetisi ini adalah “Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus Indonesia–Korea: Memperluas Kolaborasi, Membangun Masa Depan Bersama.” Pendaftaran dibuka pada 13 Oktober hingga 27 November 2026. Pihak Kedutaan Besar Korsel berharap gagasan-gagasan generasi muda mengenai masa depan hubungan Korea–Indonesia melalui kompetisi ini dapat berkembang menjadi diskusi yang lebih mendalam tentang hubungan bilateral kedua negara.

(Fachri Audhia Hafiez)