Ilustrasi. Foto: Medcom.id
13 Ribu Lebih Anak di Banyumas Putus Sekolah
Media Indonesia • 18 June 2025 14:42
Banyumas: Sekitar 13.000 anak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), tercatat tidak melanjutkan pendidikan. Menanggapi persoalan ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas meluncurkan Program Semangat Penanganan Anak Tidak Sekolah (Sipatas) sebagai langkah percepatan penanganan anak putus sekolah.
Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie, mengatakan keberadaan ribuan anak yang tidak bersekolah merupakan tantangan serius yang harus ditangani secara sistematis dan melibatkan berbagai pihak.
“Program Sipatas merupakan bentuk komitmen kami untuk menuntaskan persoalan ini. Program ini dirancang melalui sinergi multipihak, validasi data yang akurat, serta intervensi baik melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal,” kata Agus di Banyumas, Rabu, 18 Juni 2025.
| Baca: 19 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di Jatim Mulai Juli 2025
|
"Intervensi harus segera dilakukan secara menyeluruh," jelasnya.
Menurut dia langkah ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi program Bupati dan Wakil Bupati Banyumas, yang menekankan setiap anak harus mengenyam pendidikan dan negara wajib hadir dalam mewujudkannya.
Pemkab Banyumas berharap, melalui program Sipatas, angka ATS dapat ditekan secara signifikan, terutama menjelang masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mendatang.
“Ini bukan sekadar menyelamatkan masa depan anak-anak, tetapi juga menjaga keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia Banyumas ke depan,” ujar Agus.