Tumbuhan Langka Clerodendrum ismail Ditemukan di Lereng Gunung Semeru

Bunga Clorodendrum Ismaili H.Sant.&Sudarmono yang ditemukan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau di Ranu Darungan, Lereng Selatan Gunung Semeru. ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS

Tumbuhan Langka Clerodendrum ismail Ditemukan di Lereng Gunung Semeru

Lukman Diah Sari • 30 September 2026 17:35

Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan penemuan spesies flora baru berjenis Clerodendrum ismaili H.Sant.& Sudarmono. Tumbuhan langka yang ditemukan di kawasan Ranu Darungan, lereng selatan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, ini semakin memperkaya keanekaragaman hayati di kawasan konservasi Jawa Timur.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan penetapan Clerodendrum ismaili sebagai spesies baru telah melalui serangkaian tahapan identifikasi dan kajian ilmiah yang ketat.

"Kami tidak hanya mengacu pada pengamatan lapangan, tetapi juga melalui pemeriksaan karakter morfologi spesimen dan tumbuhan hidup, membandingkannya dengan spesimen di Herbarium Bogoriense, serta mengkaji literatur hingga kunci taksonomi," kata Rudijanta di Malang, Rabu, 30 September 2026.

Hasil kajian mendalam tersebut kemudian disusun menjadi naskah ilmiah berjudul "Clerodendrum ismaili (Lamiaceae), a new species from Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia". Naskah ini telah diterima dan resmi dipublikasikan oleh jurnal botani botani taksonomi Phytotaxa pada 15 September 2026.

Rudijanta menjelaskan epitet spesifik ismaili pada nama ilmiah tersebut disematkan untuk mengenang jasa Ismail, salah satu kader konservasi TNBTS yang mendedikasikan hidupnya mendukung kelestarian ekosistem di kawasan Ranu Darungan.

Rudi menjelaskan tanaman itu kali pertama ditemukan saat kegiatan patroli biodiversitas di Ranu Darungan, Lereng Selatan Gunung Semeru atau di dalam wilayah kerja Resort Pengelola Taman Nasional (PTN) Ranu Darungan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada 26 Februari 2026.

Pihaknya kemudian menindaklanjuti temuan itu dengan melaksanakan observasi dan pendataan terhadap habitat, distribusi lokal, populasi, serta fenologi sejak Mei hingga Juli 2026. Hasil pendataan menyimpulkan ada sekitar 12 individu dewasa dalam kondisi sehat.

Bunga Clorodendrum Ismaili H.Sant.&Sudarmono yang ditemukan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau di Ranu Darungan, Lereng Selatan Gunung Semeru. ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS

Karena populasi yang sedikit dan sebarannya terbatas, Balai Besar TNBTS memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan eksistensi flora tersebut, lewat upaya perlindungan dan pengawetan jenis.

Dari serangkaian tahapan itu pula, pihaknya mendapati bahwa Clerodendrum ismaili H.Sant.& Sudarmono dapat tumbuh di area hutan sub-pegunungan di ketinggian antara 825 sampai 950 meter di atas permukaan laut (mdpl), di bawah tajuk hutan rapat, dan pada kondisi mikrohabitat yang teduh serta relatif lembap.

"Clerodendrum ismaili merupakan tumbuhan perdu tegak yang bisa tumbuh hingga 2,4 meter," jelas dia.

Tanaman dari suku Lamiaceae ini punya beberapa karakter, seperti bunga berwarna putih, tepi daun rata maupun sedikit bergerigi, serta terdapat rambut halus ataupun kasar di bagian mahkota bunga. Rudi menyebut, secara morfologi jenis flora baru ini punya kemiripan dengan Clerodendrum calamitosum Linnaeus.

"Yang menunjukkan perbedaan adalah karakter vegetatif dan reproduktif yang konsisten sehingga dapat dikenali sebagai jenis berbeda," ujar dia.

Balai Besar TNBTS berharap dicatatnya temuan flora Clerodendrum ismaili mampu bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan dalam upaya menjaga kekayaan hayati.

(Lukman Diah Sari)