Omzet Pedagang UMKM Meningkat Selama MotoGP Mandalika

Ibu Baiq Rohayani (tengah) salah satu pedagang kuliner di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang menjajakan jualannya pada Minggu, 11 Oktober 2026. ANTARA/Nur Imansyah.

Omzet Pedagang UMKM Meningkat Selama MotoGP Mandalika

Silvana Febiari • 11 October 2026 15:21

Lombok Tengah: Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berjualan di Lombok Sumbawa Festival di dalam areal Sirkuit Mandalika. Mereka mengaku omzet meningkat pesat pada pelaksanaan MotoGP 2026.

"Alhamdulillah, dua hari pelaksanaan MotoGP jualan laku keras," ujar Baiq Rohayani salah satu pedagang kuliner di Mandalika, dilansir Antara, Minggu, 11 Oktober 2026.

Dalam sehari, ia mampu menjual ratusan boks makanan, termasuk cerorot, jajanan tradisional khas Lombok yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah. Selain itu, ia juga menjual nasi kotak.


"Pokoknya habis dibeli pengunjung," ucapnya.

Untuk harga makanan yang ditawarkan tidak terlalu tinggi. Cerorot dijual dengan harga 3 Rp10 ribu, sedangkan untuk harga nasi kotak Rp30 ribu.

"Sehari bisa dapat Rp2,5 juta lebih. Jauh kalau kita jual di luar di hari biasa," terang Rohayani.

Menurutnya, lokasi jualan yang disediakan oleh pemerintah provinsi dan ITDC sudah sangat refresentatif. Sebab, berada di belakang tribun penonton sehingga mudah dijangkau penonton.

"Kami mengapresiasi karena dari sisi lokasi yang diberikan sangat pas, UMKM juga merasa terbantu," ungkapnya.

Selain kuliner sejumlah pelaku UMKM lain juga mengaku mendapatkan keuntungan yang cukup besar meski baru dua hari MotoGP dilaksanakan.

"Alhamdulillah, kami bersyukur tahun ini jualan naik," ujar pedagang souvenir mutiara, Komeng.

Sejumlah produk yang diminati pengunjung di antaranya gelang, mutiara, bros mutiara, dan kain tenun. Untuk harga yang ditawarkan beragam mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu, bahkan lebih tergantung kualitas mutiara yang disajikan.

"Kita bersyukur perhatian pemerintah cukup besar untuk pelaku UMKM. Kami berharap di hari terakhir MotoGP semakin ramai lagi jumlah pengunjung yang datang," ungkapnya.

Pemerintah Provinsi NTB mengatakan sebanyak 114 UMKM dilibatkan pada penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026.


Areal Teras Udayana Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang akan menjadi lokasi bazar UMKM menyemarakkan MotoGP 2026. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi


Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Wirawan Ahmad mengatakan 114 UMKM yang dilibatkan berjualan di MotoGP itu terbanyak bergerak di bidang kuliner.

"Kenapa kuliner itu yang paling banyak dicari. Kriya juga ada tapi tidak dominan seperti kuliner di atas 70 persen," ujarnya.

Para UMKM yang dilibatkan ini berasal dari kabupaten/kota di NTB. Termasuk dari beberapa asosiasi seperti AKLI, Iwapi, Dekranasda dan binaan dari Dinas Koperasi dan UKM.

"Mereka yang dilibatkan ini sudah lolos kurasi semua dan mendapatkan pendampingan sebelum turun berjualan," terang Wirawan.

Untuk harga yang ditawarkan ke pembeli oleh UMKM, Wirawan menyebutkan sangat murah meriah. Tidak lebih dari Rp30 ribu sehingga sangat terjangkau. 

Oleh karena itu, ia berharap jumlah transaksi atau perputaran uang yang diperoleh UMKM bisa lebih meningkat dari MotoGP 2025.

"Berapa pasti angkanya kita belum bisa sebut karena terkait angka. Tapi kita harapkan bisa jauh lebih tinggi dari tahun lalu karena informasi jumlah penonton tahun ini jauh lebih banyak juga dari tahun lalu," harapnya.

(Silvana Febiari)